Peristiwa Nasional

Jelang Harlah ke-78 Muslimat NU, Khofifah: Warga Jakarta, Kami Mohon Maaf

Jumat, 19 Januari 2024 - 20:39 | 15.31k
Lalulintas disekitar GBK yang mungkin akan macet selama gelaran Harlah ke-78 Muslimat NU. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia) 
Lalulintas disekitar GBK yang mungkin akan macet selama gelaran Harlah ke-78 Muslimat NU. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia) 

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menyampaikan permohonan maaf atas kemungkinan tersendatnya arus lalu lintas di seputaran Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta selama gelaran peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-78 Muslimat NU mulai malam ini, Jumat (19/1/2024) hingga esok Sabtu (20/1/2024) siang. 

“Kepada warga Jakarta, kami memohon maaf jika perjalanan sedikit tersendat dan membuat kurang nyaman,” kata Khofifah di lokasi Harlah ke-78 Muslimat NU, GBK Senayan, Jakarta pada Jum'at (19/20). 

Khofifah mengatakan, Panitia Harlah ke-78 Muslimat NU bersama Pemprov DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya telah melakukan sejumlah langkah antisipasi dan mitigasi untuk mengurangi dampak bertumpuknya massa dan kendaraan di seputaran GBK Senayan.

Diantaranya, lanjut Khofifah, dengan menyiapkan alur keluar masuk bus jamaah peringatan Harlah ke-78 Muslimat NU, kantong-kantong parkir kendaraan, dan sejumlah skenario lainnya. 

"Terdapat empat kantong parkir yaitu di area dalam GBK, sekitar GBK Senayan, sekitar Monas, dan sekitar Kemayoran. Untuk bus yang datang dari Jatim, Jateng, dan Jakarta disiapkan titik parkir di sekitar Monas. Sedangkan bus dari Jabar, Sumatera, dan Banten disiapkan titik parkir di sekitar GBK," paparnya. 

Khofifah menerangkan, perhitungan sementara panitia Harlah Muslimat NU, terdapat sekitar 2.995 armada bus yang akan membawa peserta dari 34 Pengurus Wilayah (PW) dan 534 Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU.

“Acara tersebut juga dihadiri Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU dari  11 negara, antara lain, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Tiongkok, Jerman, Inggris, Jepang, dan negara lainnya,” tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES