Peristiwa Nasional

Simak Rangkaian Seminar PPI Institute PPI Dunia Menghadapi Isu Politik

Sabtu, 27 Januari 2024 - 21:55 | 21.03k
Stafsus Presiden RI 2019 - 2024, Angkie Yudistia menjadi salah satu narasumber PPI Institue 2024. (Foto: PPI Dunia)
Stafsus Presiden RI 2019 - 2024, Angkie Yudistia menjadi salah satu narasumber PPI Institue 2024. (Foto: PPI Dunia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia ataudikenal sebagai PPI Dunia menggelar rangkaian PPI Institute. Seri pertama kegiatan ini mengambil tema "Peran Pemuda Berjaya, Mempersiapkan Generasi Emas" (20/1/2024). 

Acara ini dihadiri oleh lebih dari seribu pelajar dan mahasiswa dari 3 PPI Dunia Kawasan. Beberapa perwakilan dari PPI negara, Badan Eksekutif Mahasiswa, Youth Ranger Indonesia, dan khalayak luas juga mengikuti acara ini.

PPI Institute, yang diprakarsai oleh Biro Satuan Pengendalian Internal, Hukum, dan Kelembagaan (SPIHK) PPI, akan diselenggarakan dalam enam seri. Tujuannya adalah membangun semangat bersama untuk mengembangkan Indonesia melalui potensi pemuda sebagai agen perubahan, sejalan dengan manifestasi Indonesia Emas 2045.

Muhammad Dava Warsyahdhana, Kepala Sekolah PPI Institute 2024, menyatakan, "Kita (pemuda) bukan hanya pemimpin masa depan, tetapi juga pemimpin hari ini yang akan tampil sebagai agen perubahan positif." Ini merangkum semangat utama yang diusung dalam seri pertama PPI Institute.

Selaras dengan hal tersebut, Koordinator PPI Dunia Periode 2023/2024, Hamzah Assuudy Lubis, menyoroti tantangan demografis. "Ada tantangan demografis, pertanyaannya adalah apakah kita dapat menjadi bonus atau justru kecelakaan demografi?," ujarnya.

Diskusi ini menjadi kesempatan untuk merumuskan langkah bersama guna menghadapi tantangan demografis ini dan menjadi bonus bagi Indonesia.

Mochamad Azkal Azkiya Aziz, Ketua Umum PPI Malaysia Periode 2022/2023, membahas transformasi digital dan literasi digital yang inklusif. "Kita bicara tentang pemuda maka kita bicara tentang transformasi digital," tegasnya. Bagaimana pemuda bisa menjadi agen perubahan positif melalui literasi digital menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi.

Angkie Yudistia, Stafsus Presiden RI 2019-2024 turut memberikan wawasan dalam diskusi ini. Mereka merinci program-program untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan, dengan pengawalan dari Prof Mahfud untuk mencegah KKN.

Dewan Penasehat Alumni Connect PPI Dunia, La Ode Mutakhir Bolu, menyampaikan materi ketiga dengan menekankan pentingnya semangat perubahan, koreksi, dan kontribusi pemuda dalam memberikan solusi bagi negara. "Kemampuan memberikan solusi ini lah yang dibutuhkan oleh negara," ujarnya.

Seminar PPI Institute oleh PPI Dunia ini bukan hanya sekadar diskusi, tetapi juga menjadi wahana untuk membangun semangat pemuda dalam melampaui keragaman masyarakat. Semua pemuda dan pelajar diharapkan bisa menjadi bagian dari perubahan positif dengan kemampuan memberikan solusi untuk kemajuan Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khodijah Siti
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES