Peristiwa Nasional

Alat Baru Cath Lab Senilai Rp 15 Miliar di RSUD Kanjuruhan Siap Dioperasikan

Kamis, 01 Februari 2024 - 18:51 | 26.99k
Jajaran Direksi RSUD Kanjuruhan, saat melihat kesiapan alat cath lab dan ruangan baru untuk layanan penanganan pasien jantung, kanker, strok, di RSUD setempat.(FOTO: Amin/TIMES Indonesia)
Jajaran Direksi RSUD Kanjuruhan, saat melihat kesiapan alat cath lab dan ruangan baru untuk layanan penanganan pasien jantung, kanker, strok, di RSUD setempat.(FOTO: Amin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Fasilitas alat kesehatan baru untuk layanan penderita jantung dan stroke di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang, segera dioperasikan. Dengan fasilitas baru ini, RSUD Kanjuruhan bisa menangani langsung kasus penyakit tersebut kepada masyarakat. 

Dimilikinya fasilitas dan alat baru ini menyusul ditunjuknya RSUD Kanjuruhan sebagai RS Rujukan pengampu, terutama untuk kasus penyakit jantung dan stroke oleh Kementerian Kesehatan RI. 

"Kami ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai RS Rujukan pengampu, dengan program peningkatan layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Urologinefrologi). Nanti, pasien tidak perlu dirujuk lagi ke rumah sakit lain," jelas Plt Direktur RSUD Kanjuruhan, Bobi Prabowo, dikonfirmasi TIMES Indonesia, Kamis (1/2/2024). 

RSUD-Kanjuruhan-5.jpgPlt. Direktur RSUD Kanjuruhan, Bobi Prabowo, memperkenalkan alat cath lab bantuan Kemenkes RI, Kamis (1/2/2024). (FOTO: Amin/TIMES Indonesia).

Dengan menjadi RS Rujukan pengampu KJSU ini, lanjut Bobi, pihaknya mendapatkan bantuan alat kesehatan Catheterization Laboratory atau cath lab, senilai Rp 15 miliar. 

Alat cath lab ini diberikan pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan dengan Transfer Daerah ke APBD Kabupaten Malang. 

Menurutnya, paket alat kesehatan bantuan pemerintah ini sendiri baru didatangkan ke RSUD Kanjuruhan pada tanggal 8 Desember 2023 lalu, ketika ruangan untuk alat ini masih dalam masa pengerjaan atau perbaikan. 

Bobi-Prabowo.jpgPlt. Direktur RSUD Kanjuruhan, dr. Bobi Prabowo. Sp.Em, KEC, M.Biomed, saat ditemui, Kamis (1/2/2024). (FOTO: Amin/TIMES Indonesia).

Pada saat yang sama, jelas Bobi, pemerintah mempersyaratkan pihak RSUD Kanjuruhan untuk menyediakan sarana fisik ruang dan fasilitas penunjang untuk pelayanan pasien dengan alat cath lab tersebut.

Selain itu, termasuk mempersiapkan sumberdaya tenaga medis spesialis dan terlatih untuk layanan kesehatan tersebut. 

"Kami menyatakan kesanggupan menyediakan sarana fisik ruang program layanan tambahan ini. Sumber dananya dari APBD Kabupaten Malang yang merupakan anggaran BLUD RSUD Kanjuruhan senilai Rp 4,1 miliar," terangnya. 

Kebutuhan anggaran pembangunan fisik untuk sarana prasarana pelayanan pasien jantung dan stroke ini, awalnya direncanakan Rp 7 miliar lebih. 

Akan tetapi, lanjut Bobi, melalui konsultan perencana tender yang dimenangkan oleh pihak rekanan kontraktor hanya senilai Rp 4,1 miliar. 

Diungkapkan, sesuai perjanjian kontrak, harusnya pengerjaan fisik selesai per 27 Desember 2023. Tetapi, karena berbagai hambatan, pekerjaan molor dan akhirnya baru selesai Januari 2024.

Pihaknya mengakui, sudah memberi surat  peringatan hingga dua kali kepada kontraktor terkait molornya pengerjaan fisik dari perjanjian semula.

Konsekuensinya, pelaksana pekerjaan ini harus menanggung denda keterlambatan sesuai ketentuan yang berlaku. 

"Jadi, semua alat catheterization lab masih dalam kondisi packing. Kami belum berani membukanya, sebelum ruangannya benar-benar siap," imbuh dr Bobi. 

Menurutnya, butuh waktu hampir satu bulan sampai ruangan khusus untuk alat ini siap ditempati. Terlebih, perlu penyesuaian dan ketepaatan dalam pemasangan instalasi di ruangan yang fungsinya saling terkait satu sama lain. 

Untuk keterlambatan fisik ruangan sendiri, kata Bobi, masih dalam batas toleransi karena sesuai ketentuan masih belum sampai batas maksimal 45 hari. 

"Semua alat cath lab untuk penanganan pasien dengan kasus jantung dan stroke ini kini sudah siap di ruangan baru. Setelah semua tahapan selesai, secepatnya bisa difungsikan untuk pasien. Perkiraan normatifnya siap digunakan satu bulan ke depan," terangnya. 

Berbagai tahapan yang dimaksudkannya, diantaranya harus melalui uji paparan terlebih dahulu. Dalam artian, harus aman dari kandungan timbal, akibat radiasi nuklir yang bisa membahayakan manusia. 

Setelah itu, lanjutnya, masih harus dilakukan uji fungsi terhadap alat cath lab baru tersebut. Pada saat bersamaan, petugas Nakes khusus dilayanan kesehatan ini juga harus bisa menggunakan alat serta utilitasnya. 

Dengan adanya layanan tambahan program KJSU, yang dilengkapi alat cath lab dan ruangan khsus baru ini, Bobi memastikan pasien RSUD nantinya langsung bisa ditangani tenaga kesehatan spesialis dari RSUD Kanjuruhan sendiri. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES