Peristiwa Nasional

AICIS 2024 Hasilkan 9 Semarang Charter, Berikut Isinya

Sabtu, 03 Februari 2024 - 21:29 | 18.85k
Para pemateri dari berbagai negara di acara AICIS 2024 yang diselenggarakan di UIN Walisongo, Semarang. (FOTO: Moh Ramli/TIMES Indonesia)
Para pemateri dari berbagai negara di acara AICIS 2024 yang diselenggarakan di UIN Walisongo, Semarang. (FOTO: Moh Ramli/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Acara Annual International Conference in Islamic Studies atau AICIS 2024 resmi ditutup di Hotel Padma Jalan Sultan, Semarang, Sabtu (3/2/2024) malam.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang langsung menutup acara yang diselenggarakan di UIN Walisongo, Semarang tersebut.

Dalam penutupan tersebut, pria yang biasa disapa Gus Yaqut tersebut menyampaikan 9 rumusan Semarang Charter yang dihasilkan dari agenda AICIS 2024 tersebut. 

Berikut 9 rumusan Semarang Charter tersebut yang dibacakan langsung oleh Plt Rektor UIN Walisongo dan juga sekjen Kemenag Nizar Ali:

1. Keyakinan, tradisi, dan praktik keagamaan di seluruh dunia begitu kaya, beragam, dan tidak bisa ditafsirkan secara monolitik, sehingga masing-masing perlu mengenali dan menghormati keragaman ini sebagai sumber kekuatan dan pemahaman dalam merespons krisis kemanusiaan.

2. Dalam menghadapi krisis kemanusiaan akhir-akhir ini, komunitas agama-agama harus bersama-sama memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat untuk meringankan penderitaan, membangun solidaritas, dan menciptakan keadilan dan kesetaraan.

3. Ajaran agama harus ditafsirkan dan diterapkan dengan cara-cara yang sejuk dan moderat untuk melindungi martabat setiap individu, sehingga diperlukan advokasi untuk menjaga hak asasi manusia dan keadilan sosial di setiap elemen kehidupan manusia untuk menghindari sedikit mungkin terjadinya konflik sosial, ekonomi, bahkan politik.

4. Pemimpin dan lembaga agama harus secara aktif terlibat dalam dialog antar agama dan kepercayaan, menghindari sentimen agama, membina pemahaman, dan kerja sama yang utuh sebagai jembatan empati antar sesama umat manusia.

5. Menyadari hubungan yang tidak bisa dilepaskan antara agama, kemanusiaan, dan lingkungan, dibutuhkan komitmen untuk mempromosikan segala praktik berkelanjutan yang berkontribusi pada pengelolaan lingkungan hidup dan kesejahteraan planet serta penghuninya.

6. Masifnya kejahatan dan kebrutalan terhadap sesama manusia akhir-akhir ini, komunitas agama-agama dan keyakinan berkomitmen dan kerja yang nyata dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang terdampak untuk meringankan penderitaan, dan mempercepat pemulihan mereka tanpa memandang agama dan keyakinannya.

7. Komunitas agama-agama dan keyakinan berkomitmen untuk melakukan pemberdayaan dan penguatan yang berkelanjutan bagi masyarakat tanpa memandang agama dan keyakinan guna menghindari berulangnya konflik.

8. Untuk menjauhkan diri dari sentimen dan provokasi yang dapat merusak hubungan sosial antarsesama umat manusia, komunitas agama-agama dan keyakinan perlu mempromosikan penggunaan teknologi secara bijak dalam rangka menghindari eskalasi konflik yang semakin meningkat.

9. Para pemimpin agama-agama dan keyakinan berkomitmen untuk mendorong terbentuknya kepemimpinan moral yang dapat menumbuhkan kepercayaan dalam. komunitas masing-masing dan masyarakat yang lebih luas.

Semarang Charter ini merupakan komitmen bersama untuk merefleksikan ulang peran agama dalam menanggapi krisis kemanusiaan yang berkembang. 

Tanpa aksi nyata dari semua pihak melalui kesadaran, dialog, dan kolaborasi terus-menerus, semua prinsip yang telah dihasilkan dari agenda AICIS 2024 tersebut di atas tidak dapat berjalan dengan efektif. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES