Peristiwa Nasional

Refleksi HPN 2024: Mengawal Transisi Kepemimpinan, Menjaga Keutuhan Bangsa

Jumat, 09 Februari 2024 - 10:22 | 23.46k
Jurnalis saat melakukan peliputan dengan cara wawancara doorstop. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Jurnalis saat melakukan peliputan dengan cara wawancara doorstop. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Hari Pers Nasional atau HPN 2024 ini diperingati di tengah perhelatan akbar demokrasi Indonesia: pemilihan presiden dan wakil presiden. Momen ini menjadi titik krusial bagi bangsa, menandai transisi kepemimpinan nasional yang akan membawa Indonesia ke arah yang baru.

Di tengah gegap gempita politik dan potensi turbulensi sosial, peran pers semakin vital dalam mengawal transisi ini dengan mengedepankan jurnalisme yang bertanggung jawab dan bermartabat.

Pers Indonesia memiliki sejarah panjang dalam mengawal perjalanan bangsa. Sejak era pra-kemerdekaan, pers telah menjadi corong perjuangan rakyat melawan kolonialisme.

Di era reformasi, pers berperan dalam mengantarkan Indonesia menuju demokrasi yang lebih terbuka dan partisipatif. Kini, di tengah era digital dan disrupsi informasi, pers kembali diuji untuk mampu beradaptasi dan merespon dinamika zaman yang kompleks.

Tugas utama pers dalam mengawal transisi kepemimpinan nasional adalah menghadirkan informasi yang akurat, objektif, dan berimbang kepada publik.

Pers harus mampu memilah fakta dari opini, berita dari hoaks, dan narasi positif dari ujaran kebencian. Di tengah maraknya disinformasi dan propaganda, pers menjadi benteng pertahanan terakhir bagi kebenaran dan akal sehat.

Pers juga harus menjadi penjaga demokrasi dengan kritis dan konstruktif terhadap setiap kebijakan dan tindakan pemerintah. Kritik yang disampaikan harus berdasarkan fakta dan data, bukan sentimen pribadi atau kepentingan golongan. Pers harus menjadi wadah bagi semua suara, termasuk mereka yang terpinggirkan dan minoritas.

Menjaga keutuhan bangsa adalah tugas mulia yang juga diemban oleh pers. Di tengah kemajemukan Indonesia, pers harus mampu merajut persatuan dan kesatuan bangsa. Pers harus menjadi perekat yang memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama, suku, dan budaya.

Dalam menjalankan tugasnya, pers harus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Jurnalis harus mengedepankan profesionalisme dan integritas dalam setiap karya jurnalistiknya. Pers harus independen dan bebas dari intervensi pihak mana pun, baik pemerintah maupun pengusaha.

HPN 2024 menjadi momentum bagi pers Indonesia untuk merefleksikan kembali perannya dalam mengawal transisi kepemimpinan nasional dan menjaga keutuhan bangsa.

Pers harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan menjawab tantangan yang semakin kompleks. Hanya dengan pers yang kuat dan bermartabat, demokrasi Indonesia dapat terus berkembang dan bangsa ini mampu mencapai cita-citanya.

Pers memiliki peran vital dalam mengawal transisi kepemimpinan nasional dan menjaga keutuhan bangsa. Pers harus menghadirkan informasi yang akurat, objektif, dan berimbang kepada publik. Pers harus menjadi penjaga demokrasi dengan kritis dan konstruktif terhadap setiap kebijakan dan tindakan pemerintah.

Selanjutnya, Pers harus menjadi perekat yang memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama, suku, dan budaya. Pers harus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan mengedepankan profesionalisme serta integritas.

Mari kita dukung pers Indonesia dalam menjalankan tugasnya dengan kritis dan konstruktif. Mari kita bersama-sama memerangi hoaks dan disinformasi dengan menyebarkan informasi yang akurat dan terpercaya.

Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antarumat beragama, suku, dan budaya.

Semoga HPN 2024 menjadi momentum bagi pers Indonesia untuk semakin memperkuat perannya dalam membangun bangsa yang maju dan sejahtera. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES