Peristiwa Nasional

KA Trans Sulawesi Capai 75 Persen Keterisian Penumpang Makassar-Parapare

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:39 | 18.66k
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai meninjau proyek KA Makassar-Parepare, Rabu (21/2/2024) (Foto: BKIP Kemenhub)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai meninjau proyek KA Makassar-Parepare, Rabu (21/2/2024) (Foto: BKIP Kemenhub)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub RI) melaporkan pencapaian gemilang: tingkat keterisian penumpang (load factor) Kereta Api (KA) Trans Sulawesi, lintas Makassar-Parapare, telah mencapai 75% sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 Maret 2023.

Menurut Menhub Budi Karya Sumadi, saat meninjau proyek KA Makassar-Parepare pada Rabu (21/2), proyek ini menjadi salah satu proyek strategis nasional. KA Trans Sulawesi akan menghubungkan antarprovinsi di Sulawesi, dari selatan (Makassar) hingga utara (Manado).

"Dengan tingkat keterisian yang meningkat, kami berharap minat masyarakat Sulawesi untuk menggunakan kereta api semakin tinggi, serta beralih dari kendaraan pribadi," ujar Menhub dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/2/2024)

KA Makassar-Parepare melayani empat perjalanan setiap harinya, dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 270 kursi. Waktu tempuh untuk satu perjalanan adalah maksimal dua jam.

Jumlah penumpang KA Makassar-Parepare telah mencapai 259.994 orang hingga Februari 2024, dengan load factor mencapai 75%.

Pada kesempatan yang sama, Menhub juga mengecek pembangunan prasarana perkeretaapian untuk mendukung pengoperasian KA Makassar-Parepare antara Mandai-Palanro.

"Tahun ini, beberapa prasarana akan dibangun, termasuk overpass Tonasa yang sedang dalam proses pembebasan lahan serta pengadaan dan pemasangan peralatan di Depo Maros," jelas Menhub.

Selain itu, akan dilakukan pembangunan jalan akses dan fasilitas pendukung di stasiun lintas Makassar-Parepare, seperti fasilitas keselamatan di emplasemen Stasiun Mandai dan Jalan Damai Ongkoe.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros juga telah menandatangani nota kesepakatan tentang Peningkatan Keselamatan pada Perlintasan Tidak Sebidang Jalur Kereta Api antara Mandai-Maros.

"Rencana akses Ongkoe didesain untuk mengoptimalkan fungsi jalan, tidak mengganggu perjalanan kereta api, dan mengoptimalkan panjang spoor efektif track Stasiun Mandai. Selain itu, pembangunan ini juga akan memitigasi dampak kecelakaan kereta api dengan kendaraan lain," tambah Menhub.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES