Peristiwa Nasional

Hadapi Perubahan Cuaca dengan Mitigasi yang Tepat dan Sosialisasi Berkelanjutan

Kamis, 29 Februari 2024 - 19:44 | 35.91k
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Antisipasi Fenomena Angin Puting Beliung Akibat Perubahan Iklim, yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (28/2/2024).
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Antisipasi Fenomena Angin Puting Beliung Akibat Perubahan Iklim, yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (28/2/2024).

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menyatakan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca setelah beberapa waktu lalu Indonesia mengalami sejumlah bencana pasca pemilihan demokrasi.

Diskusi daring yang diadakan oleh Forum Diskusi Denpasar 12 pada Rabu (28/2) bertema "Antisipasi Fenomena Angin Puting Beliung Akibat Perubahan Iklim" dianggapnya sebagai langkah yang tepat untuk menghadapi kondisi tersebut.

Diskusi tersebut melibatkan beberapa narasumber, antara lain Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Direktur Tata Ruang, Pertanahan, dan Penanggulangan Bencana dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta Ketua Tim Kerja Produksi dan Diseminasi Informasi Cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut Lestari, dampak perubahan iklim, seperti angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor, harus diwaspadai secara bersama-sama. Fenomena cuaca ini menjadi pembahasan penting mengingat isu pemanasan global yang diduga berkaitan dengan munculnya cuaca ekstrem di berbagai wilayah.

Upaya mitigasi dan sosialisasi mengenai fenomena alam yang terjadi harus dilakukan agar masyarakat dapat memahami dan melindungi diri mereka serta lingkungan dari dampak perubahan iklim.

Para narasumber dalam diskusi juga menyampaikan berbagai pandangan terkait perubahan iklim dan fenomena alam yang terjadi. Mereka menekankan perlunya upaya adaptasi dalam menghadapi cuaca ekstrem serta pentingnya mitigasi terhadap berbagai pemicu cuaca ekstrem.

Sosialisasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap dampak perubahan iklim menjadi kunci dalam menghadapi kondisi tersebut. Terdapat usulan untuk membangun pusat penelitian cuaca ekstrem guna mengantisipasi dampak lebih lanjut dari perubahan iklim.

Saur Hutabarat, seorang wartawan senior, menyarankan untuk menggali lebih dalam melalui kajian ilmiah untuk mendapatkan kebenaran atas fenomena alam yang terjadi. Dia mengajak untuk membuka pikiran dan hati agar dapat menyikapi perbedaan pandangan dengan bijaksana.

Dengan demikian, mitigasi yang tepat dan sosialisasi yang berkelanjutan menjadi langkah penting dalam menghadapi perubahan cuaca dan fenomena alam yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES