Peristiwa Nasional

Sosok M Tabrani, Perintis Bahasa Indonesia Asal Madura yang Dikukuhkan jadi Pahlawan Nasional

Jumat, 08 Maret 2024 - 13:19 | 30.88k
Potret Mohammad Tabrani Soerjowitjirto atau M. Tabrani (tengah) terpampang saat acara penganugerahan pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/11/2023). (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Potret Mohammad Tabrani Soerjowitjirto atau M. Tabrani (tengah) terpampang saat acara penganugerahan pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/11/2023). (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia mengukuhkan Tokoh Perintis Kemerdekaan dan Pergerakan Pemuda Pengusung Bahasa Indonesia Muhammad Tabrani sebagai Pahlawan Nasional.

"Muhammad Tabrani ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2023," kata Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek Hafidz Muksin di Pangkalpinang, Jumat (8/3/2024).

Dikutip dari berbagai sumber, Muhammad Tabrani, memiliki peran penting dalam penggunaan bahasa Indonesia. 

Lahir di Pamekasan, Madura pada 10 Oktober 1904, Tabrani adalah penggagas bahasa Indonesia yang saat ini kita gunakan. 

Berikut adalah kisah perjalanan Tabrani dalam memperjuangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan:

Pada Kongres Pemuda, Tabrani menyampaikan gagasan untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Meskipun gagasannya tidak langsung diterima oleh para pemuda dalam kongres, ia tetap yakin bahwa istilah ‘bahasa Indonesia’ lebih pantas dijadikan sebagai bahasa persatuan daripada bahasa Melayu. 

Dalam pidatonya di Kongres Pemuda Pertama tahun 1926, Tabrani menyatakan, “Nama bahasa persatuan hendaknya bukan bahasa Melayu, tetapi bahasa Indonesia. Kalau belum ada, harus dilahirkan melalui Kongres Pemuda Indonesia Pertama ini.”

Meskipun ada pertentangan dengan tokoh terkenal seperti Mohammad Yamin, yang berpendapat sebaliknya, Tabrani tetap yakin dengan penggunaan bahasa Indonesia. Yamin sempat mengatakan, “Bahasa Indonesia tidak ada; Tabrani tukang ngelamun.” 

Namun, Tabrani melihat bahwa bahasa Indonesia saat itu lebih banyak dipakai sebagai bahasa pergaulan anak muda.

Gagasan Tabrani akhirnya ditampung hingga Kongres Pemuda Kedua yang berlangsung pada 28 Oktober 2023. Ikrar Sumpah Pemuda yang lahir dari kongres tersebut mengandung dua poin penting yang diusulkan oleh Tabrani: "Bangsa Indonesia belum ada. Terbitkanlah bangsa Indonesia itu! Bahasa Indonesia belum ada. Terbitkanlah bahasa Indonesia itu!".

Dengan semangat gigihnya, Muhammad Tabrani telah mempersatukan dan membakar semangat para pemuda Indonesia dalam memerangi penjajahan di tanah air. Sumpah ketiga “Kami Putra dan Putri Indonesia Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia” yang lahir pada Kongres Pemuda 1928 menjadi bukti nyata dari perjuangannya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES