Peristiwa Nasional

Kemenag RI Beberkan Tantangan PPIH Arab Saudi 1445/2024

Rabu, 20 Maret 2024 - 11:44 | 15.75k
Bimtek PPIH Arab Saudi 1445M/ 2024M. (FOTO: MCH Kemenag 2024)
Bimtek PPIH Arab Saudi 1445M/ 2024M. (FOTO: MCH Kemenag 2024)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Agama, melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag RI, tengah mempersiapkan diri menghadapi serangkaian tantangan yang dihadapi oleh petugas penyelenggara ibadah haji tahun 2024. Dalam rangka itu, dilakukanlah Bimbingan Teknis bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Direktur Bina Haji Ditjen PHU Kemenag RI, Arsad Hidayat, mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi para petugas haji tahun ini. Pertama-tama, ia menyoroti jumlah jemaah haji lanjut usia yang mencapai 45 ribu orang.

Untuk mengantisipasi hal ini, Arsad menekankan perlunya petugas haji untuk mengubah mindset mereka agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada para lansia.

"Melayani lansia sama halnya seperti melayani orang tua kita sendiri. Mereka butuh perhatian ekstra dan layanan yang ramah," ujarnya dengan tegas.

Selanjutnya, Arsad juga mengangkat masalah tingginya angka kematian jemaah haji pada tahun sebelumnya, yang mencapai angka tertinggi dalam sejarah pelaksanaan ibadah haji. Hal ini menunjukkan perlunya perencanaan yang matang dari para petugas, terutama dalam mengelola kondisi fisik dan kesehatan jemaah.

Tantangan lain yang dihadapi adalah tidak adanya lagi fasilitas menginap di Mina Jadid, sesuai dengan masukan dari jemaah sendiri. Ini mengharuskan petugas haji untuk melakukan penyesuaian dan penyuluhan kepada jemaah terkait perubahan ini.

Selain itu, musim panas yang panjang di tanah suci menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan jemaah haji. Petugas haji diminta untuk memberikan sosialisasi yang tepat kepada jemaah terkait kondisi cuaca dan cara menghadapinya.

Terakhir, Arsad menekankan pentingnya pengaturan transportasi yang tepat, terutama setelah terjadi kejadian terlambatnya transportasi di Muzdalifah pada tahun sebelumnya.

"Petugas diharapkan mampu menyusun skema transportasi yang efisien agar kejadian serupa tidak terulang," kata Arsad.

Dengan menghadapi tantangan ini dengan baik, diharapkan para petugas haji dapat menjalankan tugas mereka dengan sukses dan memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah haji. Melalui partisipasi aktif dalam Bimbingan Teknis ini, diharapkan mereka dapat memahami dengan baik tugas dan tanggung jawab yang diemban dalam penyelenggaraan ibadah haji. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES