Peristiwa Nasional

Cegah Konflik Agama, Kemenag RI Gelar Pelatihan Detektif Dini Konflik

Kamis, 18 April 2024 - 11:00 | 20.05k
Kepala Balitbang Diklat Kemenag Suyitno. (FOTO: Kemenag RI)
Kepala Balitbang Diklat Kemenag Suyitno. (FOTO: Kemenag RI)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Di tengah gempuran isu-isu bernuansa SARA yang kian marak, Kementerian Agama (Kemenag RI) bergerak cepat. Melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Kemenag membuka Pelatihan Deteksi Dini Konflik Sosial Keagamaan.

"Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dalam mendeteksi, menganalisa, dan memitigasi konflik bernuansa agama," jelas Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag, Suyitno, di Jakarta, Rabu (17/4/2024).

Para peserta akan dibekali kemampuan untuk mendeteksi potensi-potensi konflik, memahami akar permasalahan dan potensi munculnya konflik, menganalisa penyebab konflik dan mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya konflik.

Selain itu, para peserta pelatihan mampu memahami aktor-aktor yang terlibat dalam konflik dan peran mereka. Sehingga para peserta diharapkan mampu mengambil langkah-langkah pencegahan dan penyelesaian konflik.

"Kita berharap para peserta pelatihan nantinya bisa terlibat secara aktif di masyarakat untuk memitigasi potensi-potensi konflik, sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara tetap bisa berjalan dengan rukun dan damai," tambah Suyitno.

Materi Pelatihan

Pelatihan ini akan berfokus pada tiga materi utama:

1. Analisa Faktor Konflik

Memahami akar permasalahan dan faktor-faktor pemicu konflik.

2. Metodologi Deteksi Dini Konflik

Mempelajari teknik-teknik untuk mendeteksi potensi munculnya konflik.

3. Tahapan dan Sistem Deteksi Dini Konflik

Memahami proses dan sistem deteksi dini konflik yang efektif.

Pendaftaran

Pendaftaran pelatihan ini dibuka untuk umum, dengan kuota 270 peserta yang akan dibagi dalam 9 angkatan, masing-masing 30 orang. Pendaftaran dibuka mulai 17 - 21 April 2024 secara online melalui link: Pelatihan Deteksi Dini Konflik Sosial Keagamaan.

Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki, menekankan pentingnya peserta yang benar-benar berminat dan fokus dalam mengikuti pelatihan.

"Kita ingin mendapatkan peserta yang sedari awal memiliki keinginan mengikuti pelatihan, bukan peserta pelatihan yang mengikuti karena ditugaskan," ungkap Mastuki.

Dengan membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni, diharapkan mereka dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah dan menyelesaikan konflik bernuansa agama.

Pelatihan Deteksi Dini Konflik Sosial Keagamaan ini merupakan langkah strategis Kemenag RI dalam menjaga kondusifitas dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES