Peristiwa Nasional

Penguatan Media Digital, AMSI dan RSF Luncurkan Program Sertifikasi Media 

Sabtu, 27 April 2024 - 18:33 | 15.43k
AMSI dan RSF meluncurkan program Sertifikasi Media bertajuk Journalism Trust Initiative di Indonesia. (Foto: Dok. AMSI)
AMSI dan RSF meluncurkan program Sertifikasi Media bertajuk Journalism Trust Initiative di Indonesia. (Foto: Dok. AMSI)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan Reporters Without Borders (RSF) resmi meluncurkan program sertifikasi media bertajuk Journalism Trust Initiative di Indonesia.

Peluncuran yang berlangsung Jumat (26/4/2024) di Hotel Aryaduta, Jakarta. Sejumlah perwakilan organisasi pers hadir secara onsite maupun online di antaranya anggota Dewan Pers Asep Setiawan, Sekjen Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ika Ningtyas dan puluhan pimpinan media digital anggota AMSI.

Menurut Direktur RSF Biro Asia Pasifik, Cedric Alviani, sejak diluncurkan tahun lalu secara global, ertifikasi Journalism Trust Initiative sudah diikuti lebih dari 1.500 media dari 85 negara di seluruh dunia. Dan Indonesia merupakan satu dari 10 negara prioritas di Asia-Pasifik yang diharapkan bisa bergabung dalam proses sertifikasi media digital ini. 

Cedric menyebut dua mitra global yang setuju menggunakan data media tersertifikasi JTI, yakni  Microsoft dan Global Alliance for Responsible Media. 

Menurut dia, RSF sudah mendekati sejumlah platform teknologi digital yang lain.  “Mereka akan lebih mudah diyakinkan untuk menggunakan skema JTI jika media yang sudah tersertifikasi di seluruh dunia mencapai jumlah yang signifikan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Sabtu (27/4/2024). 
   
Media yang tersertifikasi JTI akan memperoleh kode digital khusus yang bisa dikenali mesin platform digital lain. Dengan begitu, diharapkan kredibilitas media tersebut akan meningkat di mata mitra seperti korporasi, lembaga donor, dan pemerintah dan mempermudah potensi kerjasama bisnis dengan media. 

Kemudahan, kata Cedric, dengan mengenali media yang beretika dan mematuhi standar regulasi internasional akan membuat publik pun bisa terhindar dari jebakan hoaks dan perangkap media abal-abal yang kerap menyaru sebagai media berkualitas.  

Cara Mendapatkan Sertifikasi

Untuk bergabung dan mendapatkan sertifikasi JTI, setiap media bisa mendaftar di https://www.jti-app.com/ dan mengisi kuesioner mengenai identitas perusahaan dan proses produksi berita di medianya. Informasi itu akan dipublikasikan sebagai laporan transparansi media yang bersangkutan. Sebuah lembaga auditor kemudian mengaudit laporan tersebut. 

Menurut RSF, auditor yang akan digandeng dalam proses ini di Asia Pasifik adalah Deloitte. Proses audit JTI ini mengikuti standar ISO yang biasa diterapkan di industri lain.  

Liangwei-Huang, staf regional RSF Biro Asia Pasifik menjelaskan bahwa biaya proses sertifikasi ini ditanggung sepenuhnya oleh RSF. 

“Setiap media yang pertama kali mengikuti proses sertifikasi ini tidak dipungut biaya sepeser pun,” katanya. 

Berikutnya, sertifikat JTI harus diperbarui setiap dua tahun. “Jika tidak ada perubahan besar di media yang bersangkutan, biaya audit berikutnya akan lebih murah,” katanya. 

Sebuah proses sertifikasi yang profesional dan terukur untuk menguji ketaatan media mengikuti kode etik dan regulasi standar dalam proses bisnis dan produksi berita diyakini mampu memperbaiki kepercayaan publik terhadap media. 

AMSI Luncurkan Trustworthy News Indicators

Pada pertengahan 2023 lalu, AMSI juga meluncurkan Trustworthy News Indicators sebagai bagian dari ikhtiar serupa, yang didukung oleh Internews dan USAID. 

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, menegaskan sertifikasi JTI bisa melengkapi perangkat yang tersedia di Indonesia untuk menciptakan ekosistem bisnis media yang lebih sehat dan terpercaya. 

“Trustworthy News Indicators dengan logo centang biru yang dipasang di website anggota AMSI bukan pesaing JTI, dan sebaliknya. Semua tools ini saling melengkapi,” katanya. 

Saat ini sudah lebih dari 50 media anggota AMSI menyatakan komitmen mengikuti Trustworthy News Indicators dan memasang logo ‘Trusted’ di situs beritanya. 

Wahyu menegaskan AMSI mendorong semua anggotanya mendaftarkan diri mengikuti proses sertifikasi JTI.  

Anggota Dewan Pers Asep Setiawan juga mendukung peluncuran JTI di Indonesia. Menurutnya, proses verifikasi administrasi dan faktual di Dewan Pers juga merupakan bagian dari gerakan yang sama. 

Saat ini ada 1.700 media yang sudah terverifikasi di Dewan Pers, dan 12.000 media sudah mendaftar untuk diverifikasi. 

“Dewan Pers akan menjajaki potensi kerjasama dengan RSF ke depan, agar JTI bisa menopang upaya meningkatkan kredibilitas dan kualitas media di Indonesia,” katanya. 

Dewan Pers meminta AMSI memelopori adopsi sertifikasi JTI dan mengajak asosiasi lain untuk juga terlibat. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES