Peristiwa Nasional

Presiden Jokowi Keluhkan Langkanya Dokter Spesialis di Indonesia

Senin, 06 Mei 2024 - 11:07 | 15.87k
Presiden Jokowi. (FOTO: dok TIMES Indonesia)
Presiden Jokowi. (FOTO: dok TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTAPresiden Jokowi (Joko Widodo) mengeluhkan soal kelangkaan dokter spesialis di Indonesia. Menurutnya, ini menjadi hal urgent yang perlu segera diselesaikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Negara saat meluncurkan program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit pendidikan sebagai penyelenggara utama (PADA RSPPU) atau hispotal based. Peluncuran ini diadakan di halaman Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Jakarta Barat, Senin (6/5/2024).

"Di daerah utamanya di provinsi-provinsi kepulauan selalu adalah dokter spesialis yang tidak ada. Ini menjadi PR (Pekerja Rumah) besar kita," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden.

Menurutnya, kekurangan ini tak mau pemerintah sembunyikan dari publik. Pasalnya, kekurangan dokter spesialis adalah masalah serius.

"Ini problem angka-angka yang harus kita buka apa adanya. Dan tadi Pak Kemenkes sudah sudah menyampaikan bahwa dokter umum masih kurang 124.000, dokter spesialis masih kurang 29.000. Jumlah yang tidak sedikit. Ini yang harus segera di isi," jelasnya suami Iriana ini.

Menurut ayah Gibran Rakabuming Raka tersebut, sebanyak apapun peralatan modern di Rumah Sakit (RS), akan tak ada gunanya jika dokter spesialisnya kosong.

"Jangan sampai peralatan yang tadi sudah sampai di kabupaten, kota, sudah sampai di provinsi, tidak berguna gara-gara dokter spesialisnya yang tidak ada. Dan juga kita baru mampu mengeluarkan 2.700 dokter spesialis pertahun. Artinya memang sangat kurang sekali," katanya.

Tak hanya itu saja, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengeluhkan soal penempatan dokter spesialis di Indonesia yang tidak merata di Tanah Air.

"Ditambah lagi distribusinya yang tidak merata, rata-rata semuanya dokter spesialis itu ada di Jawa dan di kota 59 persen. Dokter spesialis itu terkonsentrasi di pulau Jawa 59 persen," jelasnya.

Oleh karena, ia pun meminta untuk jajarannya, dan juga pada pemerintahan selanjutnya yakni Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia terpilih 2024-2029, untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Oleh sebab, itu sekali lagi harus ada terobosan. Kita harus membuat terobosan. Dulu-dulu saya diberi masukan, tapi sekarang tidak. Ini harus kita mulai, harus berani memulai," ujarnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES