Peristiwa Nasional Derap Nusantara

Prof Salim Said, Tokoh Pers dan Mantan Dubes Meninggal Dunia

Sabtu, 18 Mei 2024 - 22:53 | 21.49k
Prof Salim Said, tokoh pers dan perfilman nasional yang juga pernah bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Republik Ceko. (Foto: KOMPAS.com/Indra Akuntono)
Prof Salim Said, tokoh pers dan perfilman nasional yang juga pernah bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Republik Ceko. (Foto: KOMPAS.com/Indra Akuntono)

TIMESINDONESIA, JAKARTATokoh pers dan perfilman nasional sekaligus cendekiawan yang juga pernah bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Republik Ceko, Prof Salim Said meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Sabtu (18/5/2024) pukul 19.33 WIB.

Kabar meninggalnya Prof. Salim Said dikonfirmasi oleh istrinya, Herawaty, dalam pesan singkat yang diterima sejumlah wartawan di Jakarta, Sabtu.

Dalam pesan yang sama disebutkan jasad almarhum Prof Salim Said disemayamkan malam ini di rumah duka di Jalan Redaksi Nomor 149, Kompleks Wartawan PWI, Cipinang, Jakarta Timur.

Jasad almarhum, menurut sumber yang sama, rencananya akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/5/2024) siang.

Sementara itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berduka atas wafatnya Prof Salim Said. Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun saat dihubungi di Jakarta, menyatakan Salim Said merupakan teladan bagi insan pers di tanah air sehingga wafatnya menjadi kehilangan besar bagi komunitas pers di Indonesia.

“Kami berduka atas wafatnya Prof Salim Said, seorang wartawan di Majalah Tempo yang belakangan lebih dikenal sebagai intelektual," kata Hendry Ch Bangun menjawab pertanyaan Antara.

"Kita kehilangan tokoh pers besar yang semakin jarang tampak padahal dunia pers membutuhkan keteladanan seperti Prof. Salim Said yang produktif dengan karya yang bermutu dan tidak pernah takut menyatakan kebenaran,” tambahnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PWI Pusat itu melanjutkan almarhum Prof Salim Said juga menunjukkan bahwa wartawan dapat menjadi apa saja untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Prof  Salim Said semasa hidupnya juga pernah bertugas sebagai duta besar RI untuk Republik Ceko pada 2006–2010, kemudian menjadi anggota MPR RI pada 1998–1999.

Tidak hanya itu, Prof. Salim Said juga aktif mengajar di kampus-kampus ternama Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Hendry menilai Indonesia punya dua tokoh pers yang serbabisa, yaitu Adam Malik yang jabatan tertingginya merupakan Wakil Presiden RI, dan Salim Said.

“Prof. Salim Said menunjukkan bahwa wartawan dapat menjadi apa saja karena salah satu kuncinya terus belajar, otodidak maupun lewat jalur formal di kampus,” kata dia.

Prof Salim Said mengembuskan napas terakhirnya di RSCM pada usia 80 tahun. Jasadnya, menurut sumber dari keluarga, bakal disemayamkan malam ini di rumah duka di Jalan Redaksi Nomor 149, Kompleks Wartawan PWI, Cipinang, Jakarta Timur. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES