Peristiwa Nasional Info Haji 2024

76 Kloter Penerbangan Jemaah Haji Terlambat, Kemenag RI Ingatkan Maskapai

Selasa, 28 Mei 2024 - 18:35 | 16.19k
Jemaah Haji Indonesia tiba di BUIRA Jeddah. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
Jemaah Haji Indonesia tiba di BUIRA Jeddah. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, MADINAH – Kementerian Agama (Kemenag RI) sedang melakukan evaluasi terhadap Garuda Indonesia yang sering mengalami keterlambatan dalam penerbangan haji selama dua pekan pemberangkatan jemaah haji Indonesia.

Sejak pemberangkatan awal pada 12 Mei hingga 26 Mei 2024, tercatat 287 kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, Garuda Indonesia memberangkatkan 152 kloter, sementara Saudia Airlines mengangkut 132 kloter. Tercatat ada total 76 kloter yang mengalami keterlambatan. 

"Sampai 26 Mei, kami melihat Garuda Indonesia masih sering mengalami keterlambatan. Dari 152 kloter, ada 60 kloter yang terlambat atau sekitar 39,47%,” terang Juru Bicara Kementerian Agama, Anna Hasbie, di Jakarta, Selasa (28/5/2024).

Sebaliknya, Saudia Airlines hanya mengalami keterlambatan pada 16 kloter dari 132 kloter, atau sekitar 11,85%.

Anna menambahkan bahwa keterlambatan paling parah dialami oleh jemaah haji kloter 42 Embarkasi Solo (SOC-42) akibat kerusakan mesin pesawat yang sebelumnya memberangkatkan jemaah SOC-41.

Kloter terakhir dari Embarkasi Donohudan yang berangkat pada gelombang pertama ini mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah setelah terlambat hingga 7 jam 10 menit. Keterlambatan ini juga memengaruhi jadwal SOC-43, yang bergeser hingga 17 jam dari rencana semula.

"Akibat mesin rusak, Garuda Indonesia SOC-42 terlambat hingga 7 jam 10 menit. Ini jelas sangat lama dan menjadikan jemaah makin kelelahan,” jelas Anna.

Selain keterlambatan yang signifikan ini, terdapat 13 kloter dengan keterlambatan antara satu hingga dua jam, dan tujuh kloter dengan keterlambatan lebih dari dua jam.

Sementara itu, Saudia Airlines mengalami keterlambatan terlama pada kloter pertama Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS-01) dengan keterlambatan sekitar 47 menit.

Evaluasi terhadap kinerja tepat waktu (ontime performance) Garuda Indonesia dan Saudia Airlines akan terus dilakukan setiap pekan, terutama karena tahap pemberangkatan jemaah saat ini telah memasuki musim puncak (peak season).

“Kami meminta Garuda Indonesia menyiapkan mitigasi menyeluruh agar masalah keterlambatan penerbangan yang masih cukup besar bisa segera diselesaikan dan tidak berkelanjutan,” ujar Anna. 

Fase kedatangan jemaah haji gelombang kedua telah dimulai sejak 24 Mei 2024. Gelombang pertama selesai dengan 229 kloter dan 88.987 jemaah. Pada fase gelombang kedua, ada 325 kloter dengan jumlah jemaah lebih dari 124 ribu.

Jemaah haji Indonesia dari berbagai embarkasi di Tanah Air akan mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah selama fase ini, yang akan berlangsung hingga 10 Juni 2024.

Dalam menghadapi tantangan peak season ini, koordinasi dan perencanaan yang matang antara Kementerian Agama dan maskapai penerbangan sangat penting untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah haji. Kemenag berharap Garuda Indonesia dapat meningkatkan kinerjanya untuk mengurangi keterlambatan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para jemaah haji. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES