Peristiwa Nasional

Lestari Moerdijat: Perkuat Benteng Perlindungan Anak di Era Digital

Senin, 08 Juli 2024 - 12:32 | 8.85k
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Di era digital yang penuh dengan peluang, anak-anak juga dihadapkan pada berbagai risiko, salah satunya adalah ancaman kekerasan. Kompleksitas zaman menuntut langkah sigap dan terencana untuk melindungi generasi penerus bangsa ini.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan urgensi memperkuat sistem perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan. "Tantangan di era globalisasi saat ini semakin kompleks, sehingga perlu perhatian serius untuk membangun sistem perlindungan anak yang kokoh," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/7/2024).

Data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) menunjukkan keprihatinan, dengan tercatat 7.842 kasus kekerasan terhadap anak dalam rentang Januari hingga Juni 2024. Mirisnya, 5.552 korban di antaranya adalah anak perempuan dan 1.930 anak laki-laki.

Kekerasan seksual menjadi jenis yang paling marak, menempati urutan pertama sejak tahun 2019 hingga 2024. Bentuk kekerasannya pun semakin beragam di era digital, tak hanya fisik tetapi juga psikis melalui konten-konten digital yang dengan mudah diakses anak-anak.

Menyadari hal ini, Lestari, yang akrab disapa Rerie, menyerukan langkah nyata dan komprehensif untuk memerangi kekerasan terhadap anak. "Peningkatan kasus ini harus segera ditanggapi dengan serius melalui langkah nyata yang memberikan perlindungan menyeluruh bagi anak-anak di Indonesia," tegasnya.

Lebih lanjut, Rerie, yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah, mendorong para pemangku kepentingan di pusat dan daerah untuk bekerja sama. "Diperlukan langkah konkrit untuk menemukan akar masalah dan solusi yang tepat untuk menekan angka kasus kekerasan terhadap anak di setiap wilayah," ujarnya.

Harapannya, dengan upaya kolektif dan terstruktur, generasi penerus bangsa dapat tumbuh dan berkembang dengan tangguh dan berdaya saing di masa depan, bebas dari bayang-bayang kekerasan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES