Peristiwa Nasional

Bawaslu RI: Pengawas Pemilu Harus Berintegritas, Profesional dan Solid

Sabtu, 06 Juli 2024 - 09:02 | 3.02k
Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty dalam Bimtek Peningkatan Kapasitas Bawaslu Kabupaten dan Pengawas Distrik Se-Provinsi Papua Barat di Manokwari, Jumat (5/7/2024). (FOTO: Bawaslu RI for TIMES Indonesia)
Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty dalam Bimtek Peningkatan Kapasitas Bawaslu Kabupaten dan Pengawas Distrik Se-Provinsi Papua Barat di Manokwari, Jumat (5/7/2024). (FOTO: Bawaslu RI for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MANOKWARI – Badan Pengawas Pemilu RI (Bawaslu RI) memiliki paradigma sebagai pencegah pelanggaran sekuat-kuatnya serta penindak pelanggaran tanpa keraguan. Demi memperkuat paradigma itu, pengawas pemilu harus memiliki integritas, profesionalitas dan soliditas.

Hal itu ditegaskan Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty dalam Bimtek Peningkatan Kapasitas Bawaslu Kabupaten dan Pengawas Distrik Se-Provinsi Papua Barat di Manokwari, Jumat (5/7/2024).

"Kerja Bawaslu cegah-tindak harus menjadi terlihat, tidak cukup sekadar dilakukan. Bagusnya pencegahan, kuatnya penindakan hanya bisa dilakukan jika pengawas pemilu berpengetahuan, berpengalaman dan punya keberanian. Pastikan semua jajaran mempunyai integritas," katanya.

Menurut Lolly,  integritas bagi pengawas pemilu adalah suatu keharusan dan tidak bisa ditawar. Baginya, integritas adalah satu pikir, kata, dan perbuatan yang sama.

"Integritas itu ibarat cahaya, akan menerangi jalan pengawasan untuk mencegah dan menindak, tanpa integritas kita seperti berjalan di kegelapan," ujarnya.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu RI ini menambahkan pengawas pemilu juga harus membangun nilai profesionalitas. Dia memandang profesional tanpa integritas itu hilang. 

"Pengawas pemilu yang sudah bekerja sangat baik, namun ketika tersandung masalah integritas, maka masyarakat tidak lagi melihat Bawaslu profesional dalam bekerja," imbuhnya.

Selain itu, Lolly  juga meminta jajaran pengawas pemilu untuk senantiasa menjaga soliditas. "Solidlah, jangan memilih membuat sulit. Wajar tiap pimpinan berbeda, namun jangan pertajam titik bedanya, perkuat titik samanya," ujarnya. 

Alumnus Universitas Islam Negeri Bandung itu menyatakan bahwa pengawas pemilu akan semakin baik jika memiliki keteladanan. 

Menurutnya, tanpa keteladanan maka integritas, profesionalitas dan soliditas itu akan menjadi kekuatan diri sendiri saja. Bagi Lolly, seorang pemimpin yang baik akan kesulitan menggerakkan orang lain, jika dia tidak menjadi sosok yang diteladani.

"Keteladanan itu lahir karena kecintaan. Seorang yang mencintai pekerjaan, dia akan punya kekuatan untuk menjadi pemimpin. Setiap kita adalah pemimpin di komunitasnya," pungkas Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES