Advertisement
Peristiwa Nasional

Dari Ular Kayu ke Kuda Api: Saatnya Akar Bertumbuh, Langkah Menyala

Imlek, pada akhirnya, bukan sekadar simbol shio atau elemen. Ia adalah pengingat bahwa waktu terus bergerak, dan kita diajak bertumbuh bersamanya. Tradisi memberi kita bahasa simbolik untuk membaca dinamika hidup.

TIMES Indonesia,
Dari Ular Kayu ke Kuda Api: Saatnya Akar Bertumbuh, Langkah Menyala
Ilustrasi
A-AA+

SURABAYA Pergantian Tahun Baru Imlek, Selasa (17/2/2026) selalu menghadirkan suasana yang khas. Ada meja makan yang penuh, percakapan keluarga yang hangat, kenangan yang dipanggil pulang, dan harapan yang disusun pelan-pelan untuk hari esok.

Namun di balik perayaan itu, ada satu hal yang sering terlewat. Tahun baru adalah momen membaca perjalanan batin.

Advertisement

Tahun yang lewat dikenal sebagai Tahun Ular Kayu. Dalam kearifan Tionghoa, ular bukan simbol yang gaduh. Ia tenang, mengamati, penuh strategi. 

Ular kayu bergerak bukan karena tergesa. Tapi ia tahu kapan saatnya melangkah. Ditambah elemen kayu, yang melambangkan pertumbuhan dan kelenturan, tahun ini seperti mengajak kita membangun sesuatu yang tidak selalu terlihat: akar.

Bukankah banyak dari kita melewati tahun lalu dengan proses yang sunyi? Ada yang memperbaiki relasi yang retak. Ada yang belajar menerima keterbatasan diri. Ada yang diam-diam berjuang menjaga kesehatan, usaha, atau keluarganya tetap bertahan. Tidak semua pertumbuhan bersuara keras. Justru yang paling menentukan sering terjadi dalam diam.

Seperti pohon yang akarnya menguat di bawah tanah sebelum batangnya meninggi, hidup pun membutuhkan fase perakaran. Kita mungkin tidak melihat hasil instan. Tidak ada tepuk tangan. Tidak ada sorotan. Tetapi ada ketekunan, ada kesabaran, ada kedewasaan yang perlahan dibentuk.

Kini kita memasuki Tahun Kuda Api. Energinya berbeda. Kuda adalah simbol gerak, kebebasan, dan daya juang. Api melambangkan semangat, keberanian, dan transformasi cepat. Jika tahun lalu terasa seperti masa menyusun strategi, tahun ini seperti panggilan untuk bergerak.

Advertisement

Namun bergerak ke mana? Dengan cara apa? Dengan motivasi apa?

Di sinilah refleksi menjadi penting. Energi tanpa arah bisa melelahkan. Api tanpa kendali bisa membakar. Kecepatan tanpa kebijaksanaan bisa menyesatkan. Maka, Kuda Api bukan sekadar tentang berlari kencang, melainkan tentang melangkah dengan kesadaran.

Transisi dari Ular Kayu ke Kuda Api mengingatkan kita pada satu dinamika universal: hidup selalu bergerak antara kontemplasi dan aksi. Ada waktu untuk diam dan menyerap makna. Ada waktu untuk melangkah dan mewujudkan rencana. Keduanya bukan lawan, melainkan pasangan.

Dalam kehidupan keluarga, mungkin ini saatnya menghidupkan kembali mimpi yang sempat tertunda. Setelah tahun merekatkan hubungan, kini waktunya membangun sesuatu bersama. Setelah belajar saling memahami, kini waktunya saling menguatkan untuk melangkah lebih jauh.

Dalam dunia kerja dan usaha, ini bisa berarti berani mengeksekusi ide yang telah lama disiapkan. Setelah masa penuh evaluasi dan penataan, sekarang mungkin saatnya tampil lebih percaya diri. Tetapi keberanian itu bukan lahir dari gegap gempita, melainkan dari fondasi yang telah disusun.

Dalam kehidupan batin, pergeseran ini pun terasa relevan. Kita semua pernah mengalami fase hening: merenung, mempertanyakan, mencari arah. Fase itu tidak sia-sia. Justru dari sanalah muncul kejernihan. Dan kejernihan itulah yang membuat langkah menjadi mantap.

Tahun baru bukan tentang menghapus masa lalu. Ia adalah kelanjutan dari proses yang sudah dimulai. Apa yang telah kita tanam di tahun sebelumnya akan menentukan buah di tahun ini. Jika tahun lalu kita menanam kesabaran, tahun ini mungkin kita menuai keteguhan. Jika kita menanam integritas, tahun ini kita menuai kepercayaan.

Imlek, pada akhirnya, bukan sekadar simbol shio atau elemen. Ia adalah pengingat bahwa waktu terus bergerak, dan kita diajak bertumbuh bersamanya. Tradisi memberi kita bahasa simbolik untuk membaca dinamika hidup. Tetapi arah hidup tetap berada pada pilihan dan tanggung jawab kita.

Kita boleh merayakan semangat Kuda Api. Energi, keberanian, daya juang. Namun jangan lupa membawa kebijaksanaan Ular Kayu. Ketenangan, kecermatan, kedalaman. 

Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan orang yang cepat, tetapi juga orang yang bijak. Tidak hanya mereka yang berani tampil, tetapi juga yang matang dalam berpikir.

Barangkali inilah refleksi yang layak kita bawa memasuki tahun baru: setelah akar bertumbuh, jangan takut berbuah. Setelah hati ditempa dalam diam, jangan ragu melangkah dalam terang. Tetapi tetaplah ingat, setiap langkah yang kuat selalu berawal dari akar yang dalam.

Pergantian tahun adalah kesempatan. Bukan untuk menjadi orang lain, melainkan untuk menjadi diri kita yang lebih utuh. Lebih sadar. Lebih bertanggung jawab. Lebih berani.

Dari Ular Kayu kita belajar membangun dasar. Dari Kuda Api kita diajak bergerak dengan nyala.

Semoga tahun yang baru bukan hanya lebih cepat, tetapi juga lebih bermakna. Bukan hanya lebih ramai, tetapi juga lebih dalam. Karena hidup yang baik bukan sekadar tentang seberapa jauh kita berlari, melainkan tentang seberapa kokoh kita berakar sebelum melangkah.

Selamat Tahun Baru Imlek. Saatnya akar bertumbuh. Saatnya langkah menyala. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

G
PenulisGe Recta Geson Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia