Advertisement
Peristiwa Nasional

Prabowo: Tanpa Pangan dan Energi, Negara Mudah Didikte

Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan sikapnya bahwa kemandirian pangan dan energi bukan sekadar program, melainkan soal bertahan hidup sebagai bangsa. “Akal sehat” dan pelajaran sejarah menjadi dasar pijakannya selama lebih dari 20 tahun terakhir.

TIMES Indonesia,
Prabowo: Tanpa Pangan dan Energi, Negara Mudah Didikte
Presiden RI Prabowo Subianto (foto: istimewa)
A-AA+

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan sikapnya bahwa kemandirian pangan dan energi bukan sekadar program, melainkan soal bertahan hidup sebagai bangsa. “Akal sehat” dan pelajaran sejarah menjadi dasar pijakannya selama lebih dari 20 tahun terakhir.

Bagi Prabowo, persoalan pangan bukan isu teknis semata. Ia menyebut pangan sebagai kebutuhan paling mendasar manusia sekaligus fondasi utama ketahanan negara. Tanpa itu, menurutnya, kedaulatan hanya akan jadi slogan.

Advertisement

Pandangan itu bukan tanpa alasan. Ia menyinggung pengalaman sejarah, termasuk masa ketika Indonesia pernah mencatatkan swasembada beras pada 1984. Bagi Prabowo, capaian itu bukan nostalgia, melainkan bukti bahwa Indonesia pernah mampu dan bisa mengulanginya.

Tak berhenti di situ, Prabowo juga mengaitkan isu ini dengan dinamika global. Ia mengingatkan, ketergantungan pada negara lain dalam urusan pangan dan energi bisa menjadi celah yang berbahaya, terutama saat krisis atau konflik.

Ia bahkan mengutip adagium klasik, “Si vis pacem, para bellum” siapa yang ingin damai, harus bersiap menghadapi perang. Dalam konteks modern, menurutnya, kesiapan itu bukan hanya militer, tetapi juga kemandirian logistik seperti pangan dan energi.

“Kalau kita tidak siap, kita bisa diperangi, atau setidaknya didominasi,” tegasnya, Kamis (19/3/2026). 

Karena itu, Prabowo mendorong optimalisasi sumber daya alam dalam negeri. Ia menyinggung potensi besar Indonesia mulai dari kelapa sawit yang bisa diolah menjadi bahan bakar, hingga komoditas seperti singkong, tebu, dan sagu. 

Advertisement

Di sektor energi, sumber daya seperti panas bumi dan air dinilai belum dimaksimalkan.

Semua itu, kata dia, bukan wacana baru. Gagasan tersebut sudah lama ia suarakan, jauh sebelum menjabat sebagai presiden. Kini, konsep itu masuk dalam prioritas utama agenda transformasi nasional atau Asta Cita.

Targetnya, swasembada pangan dan energi harus dicapai secepat mungkin.

Bagi Prabowo, ini bukan sekadar ambisi politik. Ini soal memastikan Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri tanpa mudah ditekan, apalagi ditentukan oleh negara lain. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia