Pasokan Bahan Baku Plastik Terganggu, Mendag Imbau Warga Bawa Tas Belanja Sendiri
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai guna menjaga stabilitas harga pangan di tengah gangguan rantai pasok bahan baku plastik global.
JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengajak masyarakat untuk mulai membatasi penggunaan plastik sekali pakai. Langkah sederhana ini dinilai strategis dalam membantu para pedagang sekaligus menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok di tengah tantangan pasokan bahan baku plastik dunia.
Ditemui di Antara Heritage Center, Jakarta, Budi menjelaskan bahwa kondisi rantai pasok global saat ini menyebabkan bahan baku plastik, terutama nafta, semakin sulit didapat. Gangguan pengiriman dan ketatnya persaingan antarnegara dalam memperebutkan bahan baku memicu kelambatan distribusi yang berpotensi menaikkan harga plastik.
"Ini sebenarnya kesempatan kita ya dari hal yang kecil. Dari hal yang kecil, kita mulai bijak menggunakan plastik yang mungkin atau sebenarnya tidak perlu," ujar Budi (16/4/2026).
Ia mencontohkan aksi nyata seperti membawa tas belanja sendiri saat berkunjung ke pasar rakyat. Selain efektif menekan volume sampah, kebiasaan ini secara langsung membantu pedagang mengurangi biaya penyediaan plastik kemasan.
"Kalau kita bawa tas, berarti pasar rakyat juga mengurangi penggunaan plastik kan. Kan kalau beli kan pasar rakyat menyediakan plastik. Plastik mahal, para pedagang juga bingung kalau membeli plastik mahal, berarti kan mengganggu ke bahan pokok yang lain," tuturnya.
Menurut Budi, partisipasi publik sangat krusial mengingat plastik merupakan komponen utama pengemasan berbagai komoditas pangan. Dengan menekan penggunaan plastik, biaya operasional pedagang dapat berkurang, sehingga harga di tingkat konsumen tetap terjaga.
Meski tekanan pada pasokan global kian terasa, Mendag memastikan harga kebutuhan pokok di pasar domestik sejauh ini masih stabil. Berdasarkan pantauan langsung di berbagai daerah, termasuk di Gresik, Jawa Timur, harga komoditas pangan seperti cabai terpantau normal, bahkan banyak yang berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Secara umum sebenarnya belum ada peningkatan yang signifikan. Kemarin saya ngecek pasar di Gresik, itu murah-murah banget. Cabai segala macam harganya standar semua. Rata-rata malah di bawah HET. Jadi saya pikir belum signifikan mempengaruhi harga," jelas Budi.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pemerintah terus berkoordinasi dengan pelaku industri serta perwakilan perdagangan di luar negeri. Upaya ini dilakukan untuk memperluas sumber pasokan bahan baku plastik dari berbagai negara guna memastikan kebutuhan industri nasional tetap tercukupi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


