Advertisement
Peristiwa Nasional

Perkuat Pengawasan Selat Malaka, TNI AL Siagakan Kapal Patroli Lincah dan Puskodal

Pangkoarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata memperkuat pengawasan di Selat Malaka dan Laut China Selatan untuk memberantas penyelundupan. TNI AL menggunakan kapal patroli lincah dan kolaborasi masyarakat.

TIMES Indonesia,
Perkuat Pengawasan Selat Malaka, TNI AL Siagakan Kapal Patroli Lincah dan Puskodal
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata saat jumpa pers di Markas Koarmada RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto: ANTARA/Walda Marison)
A-AA+

JAKARTA – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan penyelundupan barang ilegal. Fokus pengamanan akan ditingkatkan di wilayah strategis seperti Selat Malaka dan Laut China Selatan.

Kedua lokasi tersebut diidentifikasi sebagai jalur langganan para penyelundup karena letaknya yang bersinggungan langsung dengan negara tetangga, baik sebagai sumber maupun penadah barang ilegal.

Advertisement

"Selat-selat yang mungkin bisa kita waspadai misalnya itu di wilayah Selat Malaka, kemudian di Laut China Selatan, kemudian di negara-negara perbatasan, dan modusnya pun bisa bermacam-macam," ujar Denih dalam jumpa pers di Markas Koarmada RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Denih mengungkapkan, para pelaku penyelundupan kerap menggunakan modus operandi yang beragam untuk mengelabui petugas. Praktik yang sering ditemukan di lapangan mulai dari pemanfaatan "jalur tikus" di sepanjang pesisir hingga melakukan transaksi barang selundupan di tengah laut (ship-to-ship).

Sebagai langkah antisipasi, TNI Angkatan Laut (AL) telah melakukan penguatan pada Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal), penambahan personel, hingga penyiapan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) di tingkat Komando Daerah Maritim (Kodamar) dan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal).

Penguatan di tingkat daerah dianggap krusial lantaran pasukan lokal merupakan ujung tombak dalam melakukan penindakan, baik di wilayah terpencil maupun di jalur laut utama.

"Kita juga akan memperbanyak kapal-kapal patroli yang kecil yang memang lincah, dan penggunaan bahan bakarnya pun itu tidak terlalu besar," jelas Denih.

Advertisement

Selain penguatan internal, Pangkoarmada RI menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dengan penegak hukum terkait untuk memaksimalkan hasil penindakan. Ia juga menyoroti peran vital masyarakat pesisir dalam memberikan informasi lapangan.

"Karena banyak juga masukan masyarakat, 'Oh di sini ditemukan apa'. Nah, kita langsung tindak lanjuti," tambahnya.

Melalui sinergi antara alutsista yang mumpuni, koordinasi antarlembaga, dan partisipasi aktif masyarakat, Denih optimistis pengamanan wilayah kedaulatan laut Indonesia akan semakin solid dan sulit ditembus oleh praktik ilegal. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia