KNKT: Masinis Argo Bromo Anggrek Sudah Mengerem 1,3 Kilometer Sebelum Tabrakan di Bekasi Timur
KNKT mengungkap masinis KA Argo Bromo Anggrek telah melakukan pengereman 1,3 kilometer sebelum tabrakan dengan KRL di Bekasi Timur. Investigasi penyebab kecelakaan masih berlangsung.
JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan masinis Kereta Api Argo Bromo Anggrek telah melakukan pengereman sekitar 1,3 kilometer sebelum insiden tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada 27 April 2026.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengatakan tindakan tersebut dilakukan setelah masinis menerima informasi dari pusat pengendali operasi terkait adanya insiden tabrakan di jalur kereta bagian depan.
"Tadi saya sampaikan bahwa dari jarak 1.300 meter setelah menerima berita bahwa di depan ada temperan, masinis sudah melakukan pengereman," kata Soerjanto usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Menurut KNKT, informasi mengenai adanya tabrakan disampaikan melalui komunikasi suara oleh pusat pengendali operasi. Namun, petugas pengendali saat itu belum mengetahui secara langsung kondisi riil di lapangan.
Karena keterbatasan informasi tersebut, pusat pengendali operasi meminta masinis untuk mengurangi kecepatan sebagai langkah antisipasi keselamatan. Selain itu, masinis juga diminta memperbanyak penggunaan semboyan 35 atau membunyikan klakson sebagai peringatan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di jalur kereta.
"Cuman karena situasinya kan di Pusdal itu tidak tahu riil sebenarnya karena komunikasinya kan lewat suara saja, lewat voice," ujar Soerjanto.
"Jadi kondisi lapangannya seperti apa dia nggak tahu, cuman memberitahu bahwa ada temperan di depan, rem-rem dikit. Terus kemudian banyak-banyak melakukan semboyan 35," lanjutnya.
KNKT menyebut masinis telah merespons arahan dari pusat pengendali operasi di Manggarai dengan melakukan tindakan sesuai prosedur berdasarkan informasi yang diterima.
"Nah itu aja yang disampaikan, sehingga masinis sudah melakukan, merespon apa yang disampaikan oleh Pusdal dari pengendali operasi di Manggarai," katanya.
Meski demikian, KNKT menegaskan penyebab utama kecelakaan belum dapat disimpulkan. Saat ini, tim investigasi masih mengumpulkan, memverifikasi, dan mengolah berbagai data teknis maupun operasional untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai rangkaian kejadian sebelum kecelakaan.
KNKT memperkirakan proses investigasi membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan apabila seluruh tahapan pemeriksaan berjalan sesuai rencana.
"Kita berharap kalau semuanya lancar antara dua sampai tiga bulan mudah-mudahan bisa kita ambil kesimpulan (penyebab kecelakaan)," ujar Soerjanto.
Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi KNKT terkait penyebab kecelakaan kereta di Bekasi Timur tersebut.
Insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur itu tercatat mengakibatkan 124 korban, terdiri atas 16 orang meninggal dunia, lima orang masih menjalani perawatan, dan 103 korban lainnya telah kembali ke rumah masing-masing. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


