Pembimbing Haji ESQ Tours Travel, KH Dr Abdul Adzim Irsad: Arafah, Tempat Berkumpulnya Kekasih Allah
Di Arafah, jutaan umat Islam dari berbagai belahan dunia berkumpul untuk melaksanakan wukuf, merendahkan diri, dan mengetuk pintu rahmat Allah SWT.
MAKKAH – Momen di Arafah merupakan puncak dari ibadah haji yang penuh dengan kemuliaan.
Di tempat inilah, jutaan umat Islam dari berbagai belahan dunia berkumpul untuk melaksanakan wukuf, merendahkan diri, dan mengetuk pintu rahmat Allah SWT yang tidak terbatas.
Pembimbing Haji ESQ Tours Travel, KH. Dr. Abdul Adzim Irsad, menyampaikan bahwa Arafah adalah momentum emas di mana setiap doa yang dipanjatkan oleh para hamba-Nya akan dikabulkan.
"Tidak ada hari yang lebih mulia melebihi hari Arafah. Pada momen ini, semua orang shalih dan para Malaikat berkumpul untuk merengkuh rahmat Allah SWT yang luas dan tak bertepi," ujar Ustadz Abdul Adzim Irsad, Minggu (24/5/2026).
Kemuliaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Keagungan waktu ini sejatinya sudah dimulai sejak awal bulan Dzulhijjah. Begitu mulianya waktu tersebut, Allah SWT bahkan bersumpah di dalam Al-Qur'an: "Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr [89]: 1-2).
Mengenai ayat ini, Rasulullah SAW menegaskan betapa besarnya pahala beramal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah melalui sabdanya:
“Tidak ada hari yang lebih baik dan agung pahalanya dalam beramal kebaikan dibanding 10 hari Dzulhijjah.”
Sahabat bertanya: “Apakah lebih utama dari Jihad di jalan Allah?”
Nabi SAW menjawab: “Ya, lebih utama dari Jihad, kecuali ada orang yang berangkat Jihad dengan raga dan hartanya lalu dia kembali tidak membawa apapun.” (HR. Darimi).
Lebih khusus lagi pada hari Arafah, Allah SWT menjanjikan pembebasan dari siksa api neraka secara besar-besaran bagi hamba-Nya.
Hari Kebanggaan di Hadapan Para Malaikat
Ustadz Abdul Adzim Irsad menambahkan bahwa pada hari wukuf, Allah SWT menampakkan kasih sayang-Nya dengan cara yang luar biasa. Berdasarkan hadis shahih riwayat Imam Muslim, dari Ummul Mukminin Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنْ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمْ الْمَلَائِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ
“Tidak ada satu hari pun yang di hari tersebut Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka dibandingkan dengan hari 'Arafah. Sebab pada hari itu Allah turun kemudian membangga-banggakan mereka di depan para malaikat seraya berfirman, 'Apa yang mereka inginkan? (Tentu akan Aku kabulkan)'.” (HR. Muslim).
Bahkan, luasnya ampunan Allah pada hari tersebut tidak hanya terbatas bagi jemaah yang hadir secara fisik di padang Arafah.
Dalam sebuah riwayat dari HR. Abu Daud, Rasulullah SAW menegaskan bahwa ketika hari Arafah tiba, siapa saja yang memiliki setitik iman di hatinya akan diampuni oleh Allah SWT, baik mereka yang sedang wukuf maupun umat Muslim di seluruh dunia.
12 Sunnah Rasulullah SAW Saat Wukuf di Arafah
Agar ibadah wukuf berjalan maksimal dan meraih predikat haji mabrur, umat Islam perlu memperhatikan adab dan sunnah nabi.
Menukil kitab "Irsadu Al-Khair Ila Adabi Al-Adiyati Al-Musafir wa Al-Hajj wa Al-Mu’tamir wa Al-Zair" karya Ustadz Shalih bin Ahmad Al-Di, Ustadz Abdul Adzim Irsad merangkum 12 poin penting sunnah Rasulullah SAW yang harus diperhatikan saat menuju dan berada di Arafah:
- Melakukan Tarwiyah: Menginap di Mina pada tanggal 8 menuju 9 Dzulhijjah.
- Manajemen Waktu: Berangkat dari Mina menuju Arafah setelah melaksanakan salat Subuh.
- Singgah di Masjid Namirah: Tinggal atau berhenti di kawasan Masjid Namirah hingga masuk waktu Dzuhur.
- Bersuci Khusus: Mandi sunnah wukuf setelah memasuki waktu Dzuhur.
- Menjaga Kesucian: Berwukuf dalam kondisi suci dari hadats kecil maupun besar.
- Menutup Aurat: Tetap menjaga pakaian ihram dan menutup aurat dengan sempurna.
- Menghadap Kiblat: Mengarahkan tubuh dan pandangan ke arah kiblat selama berdoa.
- Khusyuk dan Tawadhu’: Menjaga hati tetap rendah hati dan fokus beribadah.
- Melembutkan Hati: Memperbanyak menangis karena takwa dan penyesalan atas dosa.
- Tegar dalam Ibadah: Membiarkan diri tertempa sinar matahari (tidak berlebihan dalam bernaung jika mampu) sebagai bentuk kesungguhan.
- Fokus Total: Memutuskan hubungan pikiran dari urusan duniawi selain kepada Allah SWT.
- Memperbanyak Dzikir: Terus melantunkan taubat, istighfar, talbiyah, dan dzikir.
Momen Terbaik untuk Memanjatkan Doa Terbaik
Rasulullah SAW juga mengajarkan kalimat terbaik yang bisa dibaca sepanjang hari Arafah, sebagaimana yang beliau tuturkan dalam hadis riwayat Al-Tirmidzi:
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah, dan sebaik-baik apa yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah: ‘Tiada yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu’.” (HR. Al-Tirmidzi).
Hari Terhina Bagi Setan
Besarnya limpahan ampunan di hari Arafah ini membuat setan merasakan keputusasaan yang luar biasa. Imam Al-Ghazali dalam kitab monumental Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa pada hari Arafah, setan merasa sangat terhina, rendah, dan kerdil.
Setan yang selama bertahun-tahun telah bersusah payah menjerumuskan manusia ke dalam dosa agar menjadi temannya di neraka, seketika merasa hancur dan gagal total karena melihat Allah SWT dengan begitu mudah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang bersujud di Arafah.
"Arafah adalah bukti nyata betapa luasnya samudera rahmat Allah. Sungguh beruntung mereka yang memanfaatkan hari tersebut dengan ketulusan munajat," pungkas Ustadz Abdul Adzim, Pembimbing Haji ESQ Tours Travel. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


