Advertisement
Peristiwa Nasional

Optimis Haji 2026 Sukses, Komnas Haji Ajak Jemaah Jaga Jemaah

Pergerakan puncak haji menuju Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) dimulai sejak Senin (25/5/2026) kemarin. Para jemaah haji Indonesia mulai dimobilisasi secara bertahap dari hotel-hotel di Makkah menuju Arafah untuk melakukan wukuf pada hari ini,

TIMES Indonesia,
Optimis Haji 2026 Sukses, Komnas Haji Ajak Jemaah Jaga Jemaah
Jemaah haji Indonesia saat di tenda Arafah. (FOTO: dok. MCH 2026)
A-AA+

JAKARTA Pergerakan puncak haji menuju Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) dimulai sejak Senin (25/5/2026) kemarin. Para jemaah haji Indonesia mulai dimobilisasi secara bertahap dari hotel-hotel di Makkah menuju Arafah untuk melakukan wukuf pada hari ini, Selasa (26/5/2026).

Perjalanan selanjutnya jemaah haji Indonesia akan bergeser untuk melakukan Mabit di Muzdalifah dan setelahnya jemaah mengarah ke Mina melakukan lontar jumrah di Jamarat untuk melakukan lempar batu Aqobah, Ula dan Wustha dalam rentang Rabu (27/5/2026) hingga Jumat (29/5/2026). 

Advertisement

Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj mengatakan, di sela-sela pergerakan tersebut jemaah haji Indonesia juga harus bergerak ke Makkah untuk melakukan tawaf Ifadah, sai dan tahallul. 

Menurutnya, dengan agenda yang begitu padat, jarak pergerakan yang begitu panjang serta simultan maka ibadah di Armuzna akan sangat menguras tenaga dan stamina sehingga bisa memicu kelelahan dan turunnya konsentrasi, stamina bisa drop bahkan sakit. 

“Kondisi semacam ini bisa menyebabkan rombongan jemaah yang bergerak ke tempat ibadah bisa terpisah dari rombongan khususnya bagi lansia dan disabilitas,” ungkapnya dalam keterangan pers kepada Media Center Haji, Selasa (26/5/2026). 

Mustolih mengungkapkan, situasi di Armuzna dengan jutaan jemaah menggunakan pakaian yang sama yakni ihram warna putih dan warna tenda yang seragam kerap membuat jemaah sulit membedakan teman satu rombongan maupun tenda tempatnya beristirahat dengan tenda jemaah negara lain.

“Karena itu, sangat dibutuhkan kekompakan dan solidaritas di kalangan para jemaah agar tetap solid dan kompak, saling bahu membahu membantu (ta'awun) dengan semangat "jemaah jaga jemaah" tanpa harus selalu memgandalkan petugas,” sebutnya. 

Advertisement

Menurutnya, dengan begitu bisa diminimalisir jemaah haji Indonesia pisah dari rombongannya. Pada titik ini peran ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu) menjadi sangat sentral dan vital. “Komnas Haji optimis, puncak haji di Armuzna tahun ini akan berjalan sukses dan lancar,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia