Saat Berada di Masjid Nabawi, Menhaj Imbau Jemaah Haji Indonesia Tidak Telat Makan
Keunggulan Madinah adalah jarak hotel dengan Masjid Nabawi yang relatif dekat sehingga membuat jemaah haji Indonesia sering beribadah hingga akhirnya lupa makan.
JAKARTA – Keunggulan Madinah adalah jarak hotel dengan Masjid Nabawi yang relatif dekat sehingga membuat jemaah haji Indonesia sering beribadah hingga akhirnya lupa makan.
“Biasanya jamaah kalau sudah di masjid itu lebih menikmati berlama-lama di masjid,” ucap Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf kepada media center haji (MCH) di Madinah, Rabu (3/6/2026).
Menhaj mengatakan, karena menikmati ibadah di Masjid Nabawi sehingga konsumsi jemaah haji Indonesia yang telah disiapkan dan datang di hotel masing-masing menunggu terlalu lama.
“Kadang-kadang nasi sudah datang lama baru mereka pulang dari masjid. Sehingga sudah melewati tenggat waktu yang ditetukan oleh bagian konsumsi,” kata Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan.
Menurut Gus Irfan, kadang peristiwa seperti ini dianggap oleh sebagian jemaah haji Indonesia sebagai makanan basi, padahal karena jemaah terlambat mengkonsumsi makanan tersebut.
Gus Irfan mengimbau jemaah haji Indonesia untuk bisa mengatur waktu antara ibadah di masjid Nabawi dengan jadwal makan baik saat sarapan, makan siang maupun makan malam.
“Jadi saya minta para jemaah, tentu setelah kegiatan di masjid, kalau masih ingin makan, ya segera pulang untuk bisa mengejar, jangan sampai expired makanannya,” tandas Menhaj Mochamad Irfan Yusuf. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


