Advertisement
Peristiwa Nasional

Super El Nino Mulai Datang, Indonesia Bisa Lebih Kering

Tanda-tanda buruk El Nino Super semakin terlihat dimana Citra satelit telah mengungkapkan bahwa area luas Samudra Atlantik menunjukkan lebih panas 5°C dari biasanya.

TIMES Indonesia,
Super El Nino Mulai Datang, Indonesia Bisa Lebih Kering
Gambar ini didasarkan pada suhu permukaan laut yang tercatat pada tanggal 30 Mei, yang disediakan oleh Copernicus Marine Service.(FOTO: Daily Mail)
A-AA+

Jakarta Tanda-tanda buruk El Nino Super semakin terlihat dimana Citra satelit telah mengungkapkan bahwa area luas Samudra Atlantik menunjukkan lebih panas 5°C dari biasanya.

Meskipun setiap El Nino berbeda, peristiwa ini biasanya membawa peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Amerika Selatan bagian selatan, Amerika Serikat bagian selatan, sebagian wilayah Tanduk Afrika, dan Asia tengah.

Advertisement

Sebaliknya, kondisi akan lebih kering di Amerika Tengah, Amerika Selatan bagian utara, Karibia, Australia, Indonesia, dan sebagian wilayah Asia selatan.

Para ilmuwan memperingatkan rekor suhu panas itu akan terus dipecahkan. 

Sebagian besar wilayah Samudra Atlantik dan Laut Mediterania saat ini 5°C (9°F) lebih panas dari biasanya.

Citra satelit menunjukkan, bahwa gelombang panas laut sedang berlangsung di lepas pantai utara dan barat Prancis, pantai selatan Spanyol, dan di laut lepas Monako.

Perairan di lepas pantai Dover, Eastbourne, dan Brighton juga jauh lebih hangat dari biasanya, dengan area berwarna merah gelap menunjukkan suhu yang melonjak.

Advertisement

Para ahli dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) baru-baru ini memperkirakan ada kemungkinan 80 persen fenomena cuaca tersebut terjadi selama Juni hingga Agustus 2026.

Tanda-tanda saat ini menunjukkan bahwa tahun ini akan menjadi salah satu pola El Nino terkuat yang pernah tercatat.

Meskipun peningkatan suhu di beberapa bagian Atlantik dan Mediterania tidak digunakan sebagai bagian dari diagnosis El Nino, namun fenomena cuaca ini diperkirakan akan membawa panas ekstrem "hampir di mana-mana", dengan potensi kenaikan suhu rata-rata global hingga 3°C (5,4°F) pada musim panas ini. 

Tahun-tahun El Nino merupakan bagian dari siklus alam yang dikenal sebagai El Nino Southern Oscillation yang ditandai dengan suhu hangat berkelanjutan di seluruh Samudra Pasifik.

Jika pemanasan permukaan laut ini melebihi 2°C (3,6°F), peristiwa tersebut sering disebut sebagai "Super El Nino".

Sementara itu, para ilmuwan mengatakan ada kemungkinan besar tahun 2026 akan menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat.

Itu bisa berarti mengalahkan rekor yang ditetapkan pada tahun 2024, ketika pemanasan global melampaui 1,5°C (2,7°F) di atas rata-rata pra-industri untuk pertama kalinya.

Menurut WMO, dari akhir April hingga pertengahan Mei, suhu permukaan laut di Pasifik Khatulistiwa bagian tengah-timur, area yang digunakan sebagai referensi pemantauan, telah mendekati ambang batas El Nino.

Peningkatan suhu permukaan ini dipicu oleh air bawah permukaan yang luar biasa hangat di Pasifik tropis, dimana suhunya mencapai 6°C (10,8°F), di atas rata-rata.

Fenomena Super El Nino sedang menuju ke sana, dan hampir pasti akan tiba pada musim panas ini.

Para ilmuwan WMO juga memperingatkan, bahwa sekarang ada kemungkinan 80 persen terjadi peristiwa El Nino selama Juni-Agustus 2026, dan kemungkinan 90 persen akan berlanjut hingga setidaknya bulan November.

Namun, meskipun fenomena ini biasanya membawa kondisi yang lebih hangat dan kering ke Inggris selama bulan-bulan musim panas, fenomena ini juga meningkatkan kemungkinan musim dingin yang lebih dingin.

Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo mengatakan: 'Kita perlu bersiap menghadapi potensi fenomena El Nino yang kuat – yang akan memperburuk kekeringan dan curah hujan lebat serta meningkatkan risiko gelombang panas baik di darat maupun di laut.

"Fenomena El Nino terbaru, pada tahun 2023–2024, adalah salah satu dari lima fenomena terkuat yang pernah tercatat dan berperan dalam rekor suhu global yang kita saksikan pada tahun 2024."

'Komunitas WMO akan memantau kondisi dengan cermat dalam beberapa bulan mendatang untuk memberikan informasi bagi pengambilan keputusan oleh pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan sektor-sektor yang peka terhadap iklim.'

'Prakiraan cuaca musiman dan peringatan dini'sangat penting untuk menyelamatkan nyawa dan mengurangi dampak pada perekonomian dan komunitas kita.'

Para ilmuwan mengatakan ada kemungkinan yang sangat tinggi, yaitu 86 persen, bahwa suatu tahun antara sekarang dan tahun 2030 akan memecahkan rekor suhu yang terakhir kali ditetapkan pada tahun 2024.

Sementara itu, para ilmuwan juga telah menyuarakan kekhawatiran bahwa Super El Nino yang akan segera terjadi dapat memicu kelaparan global. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia