Advertisement
Peristiwa Nasional

Perkuat Diplomasi Budaya, KBRI Kuala Lumpur Resmi Buka Kursus BIPA 2026

KBRI Kuala Lumpur resmi membuka program Kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) 2026 secara daring guna mempererat diplomasi kultural antarbangsa.

TIMES Indonesia,
Perkuat Diplomasi Budaya, KBRI Kuala Lumpur Resmi Buka Kursus BIPA 2026
Ilustrasi - Warga negara Indonesia (WNI) berjalan di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)
A-AA+

Jakarta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur secara resmi membuka program Kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk Tahun Ajaran 2026. KBRI Kuala Lumpur menilai program ini menjadi tonggak penting dalam diplomasi bahasa guna mempererat hubungan kebudayaan antarbangsa, khususnya di Malaysia.

Acara pembukaan tersebut diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Jumat (5/6/2026).

Advertisement

Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, menyatakan bahwa pihak kedutaan berkomitmen dan konsisten untuk mengadakan Kursus BIPA ini secara berkala setiap tahun.

"Kursus BIPA ini untuk memfasilitasi tingginya minat masyarakat internasional di Malaysia terhadap bahasa Indonesia, sekaligus memperkokoh jembatan perdamaian serta kemitraan kultural antarbangsa," kata Ahmad Romadhoni dalam pembukaan acara tersebut, Jumat (5//6/2026).

Acara ini turut menghadirkan dua pemateri utama, yakni Iwa Lukmana dan Iyus Yusuf selaku Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) BIPA yang mewakili Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Dalam sambutannya, Iwa Lukmana menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh yang diberikan oleh KBRI Kuala Lumpur. Ia juga memuji antusiasme para peserta Kursus BIPA yang datang dari berbagai negara untuk mengikuti program ini.

Secara khusus, Iwa mengapresiasi jajaran pengajar BIPA yang merupakan guru-guru dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Menurutnya, para pengajar BIPA adalah ujung tombak nyata dalam mengemban misi pelestarian, pengajaran, serta penyebaran bahasa negara di ranah global.

Advertisement

Tim pengajar yang bertugas mengawal program ini di antaranya adalah Deany Yasir Wirya, Asep Gosaki Nata Miharja, dan Himatus Sya'adah. Kehadiran para pendidik ini sekaligus mempertegas kesiapan kurikulum, kompetensi pengajaran, dan komitmen teknis SIKL dalam mengawal proses belajar mengajar peserta secara optimal.

Diikuti Peserta Lintas Benua

Tingginya antusiasme peserta terlihat dari keberagaman latar belakang demografi pada tahun ajaran 2026 ini, yang mencakup wilayah Asia, Timur Tengah, hingga Amerika Utara. Kursus ini dibagi ke dalam tiga tingkat kompetensi dengan rincian persebaran siswa sebagai berikut:

Berikut adalah pembagian kelas peserta berdasarkan tingkat kemampuan bahasa mereka, yang disajikan dalam bentuk paragraf deskripsi:

LEVEL A1 (Tingkat Pemula)

Kelas Level A1 atau Tingkat Pemula ini terdiri dari 8 peserta yaitu Ashfaq Rahman Bhuiyan dari Kanada, serta Abdulsamad Mohammed Salih Muthann yang berasal dari Yaman. Selain itu, Sudan mengirimkan tiga wakilnya di tingkat ini, yaitu Mohamed Adil Elhag Mohamedali, Bahraldeen Faisal Bahr Haroun, dan Elfadil Nasraddin Hussein. Dua peserta asal Pakistan, Qasim Amjad dan Gul-e-Saba Chaudhry, juga bergabung di kelas ini bersama dengan Mohamed Saad yang berasal dari Mesir.

LEVEL A2 (Tingkat Lanjutan Dasar)

Pada Kelas Level A2 atau Tingkat Lanjutan Dasar terdiri dari 9 peserta yaitu Zaid Gihad Ghilan Al-Sorory, Amgad Adel Abdo Abdullah, Mohammmed Alsoruri, dan Mohammed Maqram. Selanjutnya, terdapat dua peserta dari Filipina, yaitu Jamel Abdulhalic dan Honey Jane Boborol. Anggota kelas lainnya adalah Sara Benafshe dari Swedia, Ziaur Rahman dari Myanmar, serta Mustafa Ahmed Tibin Abdallah dari Sudan.

LEVEL B1 (Tingkat Madya)

Sementara itu, Kelas Level B1 atau Tingkat Madya memiliki 4 peserta yaitu Yelim Ro dari Korea Selatan, Omar dari Sudan, serta dua peserta yang berasal dari Malaysia, yaitu Hasif Afiq Hassan dan Nor Ali Yanshah Bin Mat Ra'E.

KBRI Kuala Lumpur meyakini, melalui pelaksanaan program BIPA yang berkelanjutan serta keterlibatan aktif para pakar bahasa, akan lahir duta-duta bahasa baru di dunia internasional. Para lulusan diharapkan tidak hanya fasih bercakap bahasa Indonesia, tetapi juga mampu memahami khazanah kebudayaan Nusantara secara mendalam. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia