Advertisement
Peristiwa Nasional

Rektor UIN Malang Soroti Banyaknya Sampah Plastik Jemaah Haji di ARMUZNA

Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana, menyoroti tingginya produksi sampah plastik jemaah haji di Armuzna. Ia mendesak syarikat menyediakan dispenser air isi ulang demi mengurangi botol sekali pakai.

TIMES Indonesia,
Rektor UIN Malang Soroti Banyaknya Sampah Plastik Jemaah Haji di ARMUZNA
Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana saat menjdi anggota Amirul Hajj. (FOTO: Humas UIN for TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Fenomena penggunaan sampah plastik dalam ibadah haji tahun ini menarik perhatian Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Prof. Ilfi Nur Diana. Ia menyoroti penggunaan sampah plastik oleh seluruh jemaah haji di seluruh dunia menyebabkan isu lingkungan di tanah suci Makkah tersebut.

Menurut Prof. Ilfi, penggunaan sampah plastik jemaah paling besar terjadi di ARMUZNA (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Ia menambahkan bahwa jemaah asal Indonesia sebenarnya sudah diberikan tumblr ketika di Arafah, akan tetapi tidak tersedianya dispenser air minum di ARMUZNA membuat jemaah menggunakan air kemasan plastik. 

Advertisement

“Penggunaan sampah plastik paling tinggi di ARMUZNA, karena disana tidak ada dispenser isi ulang air minum jemaah haji,” ujar anggota Amirul Hajj tersebut.

Ia pun mengingatkan untuk para syarikat untuk menyediakan dispenser air minum supaya dapat mengurangi penggunaan sampah plastik mengingat sampah plastik susah untuk diurai. Selain itu, ancaman mikroplastik dapat berdampak pada kesehatan manusia di samping dapat menyebabkan perubahan iklim. Ia juga menyarankan untuk memberikan tumblr kepada jemaah ketika sampai di tanah suci. 

“Oleh sebab itu sampah plastik harus dapat didaur ulang (recycle). Juga dengan cara mengurangi pemakaian plastik sekali pakai (reduce),” imbuhnya. 

Rektor uin

Prof. Ilfi menambahkan bahwa jumlah jemaah haji asal Indonesia merupakan yang terbesar di dunia dan mencapai 202 ribu jemaah. Apabila satu orang membutuhkan minimal 10 botol kemasan 220 ml untuk minum, maka sampah botol yang terkumpul ditambah botol dari jemaah negara lain bisa mencapai lebih dari 2 juta.

Advertisement

“Jemaah haji Indonesia merupakan yang terbesar, bayangkan jika 1 jemaah butuh 10 botol 220 ml untuk minum, dikalikan jumlah jemaah, maka jemaah haji asal Indonesia saja sudah membutuhkan 2.20 botol per hari,” tambahnya.

Terakhir, Prof. Ilfi menegaskan sebagai seorang muslim yang bertakwa maka penting untuk membangun budaya ramah lingkungan. Dalam islam, lanjutnya, menjaga lingkungan merupakan ibadah (hablum min al-alam), sesuai dengan firman Allah dalam surah Ar-Rum ayat 41 yang berbunyi;

“Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar (QS. Ar-rum:41).

Maka dari itu, lanjutnya, tanggung jawab seorang manusia terhadap alam juga demi kehidupan manusia itu sendiri. 

“Menjaga alam berarti menjaga kehidupan manusia, Allah telah melarang manusia membuat kerusakan di bumi,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia