Advertisement
Peristiwa Nasional

Polda Papua Kirim 10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Biak ke Puslabfor

Tim DVI Polda Papua mengirimkan 10 sampel DNA keluarga ke Puslabfor Polri guna mengidentifikasi potongan tubuh korban ledakan bom Perang Dunia II di Biak.

TIMES Indonesia,
Polda Papua Kirim 10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Biak ke Puslabfor
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap tiga warga yang dilaporkan hilang saat bom peninggalan PD II meledak, Minggu (31/5) di Biak. (Foto: ANTARA/HO/Humas Polda Papua)
A-AA+

biak – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Papua mengirimkan 10 sampel DNA dari keluarga korban ledakan bom di Biak ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Langkah ini diambil guna memastikan identitas potongan tubuh korban yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

Sampel DNA dari 10 anggota keluarga tersebut telah selesai diambil dan kini sudah diteruskan ke Puslabfor Mabes Polri di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Advertisement

"Pemeriksaan postmorten menggunakan sampel darah itu dilakukan karena hingga kini belum ditemukan jasad ketiga korban yang dilaporkan hilang sejak insiden meledaknya bom peninggalan perang dunia II di Biak, tanggal 31 Mei lalu," kata Kepala Kepolisian Resor Biak Numfor, Ajun Komisaris Besar Polisi Ari Trestiawan saat dihubungi dari Jayapura, Minggu (7/6/2026).

Kapolres menambahkan bahwa tim penjinak bom (Jibom) dari Gegana Brimob Polda Papua telah selesai melakukan sterilisasi di lokasi ledakan. Petugas memastikan sudah tidak ada lagi bahan peledak yang tersisa di wilayah tersebut.

Kendati area tersebut dinyatakan steril dari bahan peledak, masyarakat diimbau untuk tetap tidak memasuki kawasan TKP. Hal ini dikarenakan proses penyelidikan oleh pihak kepolisian masih terus berlangsung.

Di sisi lain, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kodim 1708/Biak Numfor, Lanal Biak, Yonif, Polres Biak Numfor, Brimob, serta unsur terkait lainnya, dijadwalkan akan melanjutkan proses pencarian. Upaya pencarian terhadap tiga warga yang hingga kini belum ditemukan tersebut akan dideksplorasi hingga Senin (7/6).

Adapun tiga warga yang dilaporkan hilang pascainsiden ledakan bom peninggalan Perang Dunia II tersebut diidentifikasi bernama Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45), dan Abis Marandof (27). (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia