Advertisement
Peristiwa Nasional

Jelang Keberangkatan ke Madinah, PPIH Arab Saudi Intensif Dampingi Jemaah Haji Indonesia

Di Madinah, jemaah haji Indonesia dijadwalkan akan tinggal selama sembilan hari untuk melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi.

TIMES Indonesia,
Jelang Keberangkatan ke Madinah, PPIH Arab Saudi Intensif Dampingi Jemaah Haji Indonesia
Jemaah Haji Indonesia yang diberangkatkan ke Madinah dari Makkah. (FOTO: dok. MCH 2026)
A-AA+

MAKKAH Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mengintensifkan pendampingan kepada jemaah haji Indonesia gelombang kedua menjelang pendorongan ke Madinah Al-Munawwarah.

Di Madinah, jemaah haji Indonesia dijadwalkan akan tinggal selama sembilan hari untuk melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi, pergi ke Raudhah, ziarah makam Nabi Muhammad SAW dan ke tempat bersejarah lainnya sebelum diterbangkan kembali ke Tanah Air.

Advertisement

Kepala Sektor 8 Misfalah Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Nur Muhammad, mengatakan saat ini terdapat dua fokus utama yang menjadi perhatian pihaknya, yakni proses pendorongan jemaah ke Madinah dan pemulangan jemaah ke Indonesia.

Menurut Nur, pihaknya masih menunggu jadwal resmi dari Daker Makkah terkait waktu keberangkatan jemaah menuju Madinah. Namun, ia telah menerima informasi bahwa tidak lama lagi, ribuan jemaah yang berada di wilayah Sektor 8 akan diberangkatkan.

"Dalam waktu dekat kita akan melakukan pengiriman. Dan alhamdulillah semua teman-teman petugas itu melaksanakan sesuai dengan SOP-nya," ujarnya kepada tim Media Center Haji (MCH) ditemui di Misfalah, Makkah, Minggu (7/6/2026).

Nur menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan untuk memastikan proses pendorongan berjalan lancar. Persiapan tersebut meliputi pengaturan barang bawaan jemaah, transportasi, akomodasi, hingga konsumsi selama perjalanan menuju Madinah.

"Jadi, 4 jam sebelum keberangkatan tuh sudah kami persiapkan, dari transportasi, akomodasi, dan lain sebagainya itu termasuk makanan tambahan yang nanti dibekal, bawa bekal," katanya.

Advertisement

"Umpamanya mereka berangkat jam 12.00, kan mereka mesti dapat jatah makan tuh, itu kita bawakan ke dalam bus untuk mereka persiapan perjalanan," sambung Nur.

Nur menyebutkan, jumlah jemaah yang berada di Sektor 8 mencapai 16.708 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 jemaah telah lebih dahulu kembali ke Tanah Air.

Nur mengaku tidak memiliki strategi khusus dalam mengawal pergerakan jemaah, baik menuju Madinah maupun menuju Bandara Jeddah untuk kepulangan ke Indonesia. Namun, penguatan soliditas tim menjadi hal yang terus ditekankan.

"Yang pertama kami harus menguatkan tim terlebih dahulu. Karena tim sangat penting, ya. Karena kalau timnya itu solid, InsyaAllah semua bisa terlaksana dengan baik," ucapnya.

"Tapi kalau timnya itu sudah personal, individu, enggak mau saling membantu, akan terjadi crowded, ya, dalam hal pendorongan jemaah ke Tanah Air maupun ke Madinah nantinya," imbuh Nur.

Menurut Nur, kekompakan tim menjadi kunci dalam memberikan layanan terbaik kepada jemaah. "Alhamdulillah untuk tim di Sektor 8 semua solid, kompak, sesuai dengan tuposinya masing-masing, bekerja saling bahu-membahu," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia