Advertisement
Peristiwa Nasional

Jemaah Haji Indonesia Gelombang Kedua di Madinah diimbau Jaga Kesehatan dan Selalu Gunakan Alas Kaki

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr Enny Nuryanti mengatakan pasca puncak Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) para jemaah haji Indonesia mengalami kelelahan.

TIMES Indonesia,
Jemaah Haji Indonesia Gelombang Kedua di Madinah diimbau Jaga Kesehatan dan Selalu Gunakan Alas Kaki
Kepala KKHI Madinah dr Enny Nuryanti bersama jajaran dokter dan nakes di KKHI Madinah. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)
A-AA+

JAKARTA Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr Enny Nuryanti mengatakan pasca puncak Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) para jemaah haji Indonesia mengalami kelelahan.

“Apalagi mungkin abis Armuzna ada beberapa jemaah masih melakukan aktivitas mungkin umroh lagi, atau mungkin ziarah, jadi ini tentunya puncak kelelahan jemaah haji,” ucap Kepala KKHI Madinah dr Enny Nuryanti kepada Media Center Haji di Madinah dikutip pada Selasa (9/6/2026).

Advertisement

Selain kelelahan, lanjut Kepala KKHI Madinah dr Enny Nuryanti, yang menjadi persoalan jemaah haji Indonesia khususnya gelombang kedua adalah psikologis jemaah yang sudah rindu keluarga.

“Khasnya di gelombang 2 ini ada aspek psikologis, jadi sebenarnya jemaah ini sudah mulai kangen dengan keluarga, tapi ternyata masih harus mabit di Madinah,” kata dr Enny Nuryanti.

Untuk itu, dr Enny mengimbau kepada jemaah haji Indonesia gelombang kedua untuk bisa mengukur kemampuan fisik dan tidak memaksakan diri untuk ibadah di Madinah.

“Kan ini sudah untuk ibadah wajibnya sudah selesai kalau bisa untuk jemaah supaya tetap batasi aktivitas ya, mungkin disesuaikan dengan kemampuan fisiknya,” imbau dr Enny.

“Kalau memang ada komorbid dan lansia, ya jangan dipaksakan untuk ibadah arbain atau ziarah yang jauh,” sambungnya.

Advertisement

pasien di KKHI Madinah
dr Enny saat mengecek pasien di KKHI Madinah. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)

dr Eny juga mengingatkan bahwa Madinah memiliki cuaca yang sedikit berbeda dengan Makkah sehingga jemaah haji disarankan untuk minum sedikit-sedikit secara berkala, mengkonsumsi makanan yang diberikan panitia dan beristirahat yang cukup, 6 hingga 8 jam.

“Jangan lupa mungkin khasnya di Madinah ini karena lantai Masjid Nabawi ini beda ya dengan Masjidil Haram, jadi untuk sandal apabila jemaah masuk ke Masjid Nabawi, sandal dibawa ke dalam dan nanti saat keluar bisa langsung dipakai,” tandas dr Enny. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia