Klinik Satelit Sektor 3 Madinah Siap Layani Jemaah Haji Indonesia Selama 24 Jam
PPIH Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah melalui sektor 3 Madinah semakin meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menjaga dan melindungi jemaah haji Indonesia.
JAKARTA – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah melalui sektor 3 Madinah semakin meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menjaga dan melindungi jemaah haji Indonesia.
Saat ini, Sektor 3 Madinah telah mengoperasikan tempat pelayanan kesehatan baru yang dinilai lebih strategis dan representatif. Fasilitas ini diharapkan dapat mempercepat respons penanganan medis bagi jemaah yang membutuhkan pengobatan darurat maupun rawat jalan selama berada di Madinah.
Koordinator Kesehatan Sektor 3 Madinah, Much Agung mengatasi klinik satelit merupakan layanan kesehatan kini menempati area baru di Hotel Manazil Al Rahma.
“Kami mewakili dari tim kesehatan sektor 3, kebetulan sektor 3 baru saja mendapatkan tempat klinik satelit baru yaitu di Hotel Manazil al Rahma,” ucap Agung kepada Media Center Haji di Madinah, dikutip pada Rabu (10/6/2026).
“Kemudian sudah kita lakukan setting untuk kegiatan yang bisa kita lakukan di klinik ini, yaitu pemeriksaan rawat jalan untuk jemaah-jemaah kita akan lakukan di sini,” sambungnya.
Selain melayani pemeriksaan umum, klinik satelit di Hotel Manasil al Rahma ini juga membawa inovasi baru dalam sistem penunjang medis. Inovasi ini memangkas birokrasi prosedur laboratorium sehingga diagnosa penyakit jemaah bisa ditegakkan lebih cepat.
“Ada yang baru yaitu kita bisa melakukan sampling darah, yang hasilnya kita bisa ambil sampelnya di sini, kemudian akan kita kirim ke KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) untuk dilakukan pemeriksaan di KKHI, sehingga akan mempercepat alur pemeriksaan lab dari jemaah ke KKHI,” kata Agung.
Lebih lanjut, Agung menekankan pentingnya komunikasi berjenjang antara jemaah, tenaga kesehatan di tingkat kloter, hingga petugas di tingkat sektor. Pola komunikasi yang terstruktur ini krusial agar rekam medis jemaah tetap terpantau dengan baik.
“Kemudian jemaah harus berkoordinasi sama dokter kloter terlebih dahulu mengenai keluhan yang dirasakan, dan nanti dokter kloter akan berkoordinasi dengan kami yang berada di sektor ini yang mengkoordinasi pelaksanaan di klinik saplit ini, sehingga penanganan akan bisa dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” tambahnya
“Jam kerja untuk klinik satelit ini akan dijaga oleh teman-teman dari kesehatan kloter dengan berkoordinasi dengan kita tim sektor. Jaga kemungkinan akan kita jaga selama 24 jam, pelayanan 24 jam dari teman-teman TKH (Tenaga Kesehatan Haji) kloter yang nanti akan dibikinkan sektor jaga secara bergantian,” tandasnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


