Demo Tetap Melaju, Mahasiswa dan Aparat Berhadap-hadapan di Jalur Bundaran HI
Aksi mahasiswa menuju Bundaran HI memanas setelah diadang aparat. Massa menolak dipindahkan dan tetap menyuarakan tuntutan soal BBM, ekonomi, hingga evaluasi kebijakan pemerintah.
JAKARTA – Ketegangan mewarnai aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Ribuan mahasiswa yang berencana menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI) tetap bersikeras melanjutkan perjalanan meski diadang aparat gabungan TNI dan Polri.
Sejak siang hingga sore hari, aparat membentuk barikade berlapis di sekitar Stasiun Sudirman untuk menghentikan laju massa. Situasi sempat memanas ketika terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas saat negosiasi berlangsung di lokasi.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengimbau agar mahasiswa tidak menjadikan Bundaran HI sebagai titik aksi. Kepolisian menilai kawasan tersebut merupakan simpul vital ibu kota yang menjadi pusat aktivitas ekonomi, lalu lintas, dan integrasi transportasi publik seperti MRT serta Transjakarta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa kepolisian tidak menghalangi kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, pelaksanaan aksi diminta tetap memperhatikan ketertiban umum serta hak masyarakat lainnya.
“Polri tidak membatasi atau menghalangi adik-adik mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya,” ujar Budi dipantau dari siaran langsung YouTube Kompas TV.
Menurutnya, konsentrasi massa di Bundaran HI berpotensi menimbulkan kemacetan parah yang berdampak hingga ke sejumlah ruas jalan utama di Jakarta. Karena itu, polisi mengimbau agar kawasan tersebut steril dari aktivitas demonstrasi.
Polda Metro Jaya juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 232 Tahun 2015. Sebagai alternatif, mahasiswa diarahkan menggelar aksi di Silang Selatan Monas, Parkir Timur Senayan, atau Alun-alun Demokrasi DPR/MPR RI.
Namun imbauan tersebut ditolak massa aksi. Mahasiswa menilai Bundaran HI memiliki nilai simbolik dan strategis untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas terkait kondisi yang mereka anggap sedang tidak baik-baik saja.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, mengatakan aksi di Bundaran HI dipilih sebagai bentuk upaya menyadarkan publik terhadap berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa.
“Bundaran HI dipilih untuk menyadarkan rakyat bahwa kondisi kita tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Demonstrasi tersebut digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Front Mahasiswa Nasional (FMN), dan Serikat Perempuan Indonesia (Seruni). Massa aksi datang dari berbagai kampus di Jakarta dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai ratusan hingga lebih dari seribu orang.
Ketua FMN, Symphati Dimas, menyebut massa yang terlibat dalam aksi berasal dari berbagai organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang memiliki keresahan serupa terhadap kondisi ekonomi serta arah kebijakan pemerintah.
Dalam aksi bertajuk #MenujuIndonesiaBangkrut tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama. Mereka mendesak pemerintah menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan praktik militerisme di ruang sipil, dan meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.
Sejumlah mahasiswa yang ditemui di lokasi menyebut kebijakan ekonomi pemerintah menjadi alasan utama mereka turun ke jalan. Mereka menilai kenaikan harga kebutuhan hidup dan tekanan ekonomi semakin dirasakan masyarakat.
Di tengah pengadangan aparat, sejumlah pengemudi ojek online yang melintas juga sempat menyuarakan keluhan terkait kondisi ekonomi dan kenaikan harga BBM. Mereka meminta akses jalan dibuka agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Untuk mengamankan jalannya demonstrasi, Polda Metro Jaya mengerahkan 3.651 personel gabungan, sedangkan TNI menurunkan sekitar 500 personel. Kepolisian menegaskan pengamanan dilakukan secara humanis dan persuasif guna menjaga keamanan massa aksi maupun masyarakat umum.
Hingga Jumat petang, negosiasi antara perwakilan mahasiswa dan aparat masih berlangsung. Sementara massa tetap bertahan di sekitar kawasan Sudirman dengan harapan dapat melanjutkan aksi menuju Bundaran HI. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


