Advertisement
Peristiwa Nasional

Jaga dan Lindungi Jemaah Haji Indonesia, Petugas Seksus Nabawi Perkuat Edukasi Lansia dan Disabilitas

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Sektor Khusus (Seksus) Nabawi terus meningkatkan edukasi dan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang saat ini berada di Madinah.

TIMES Indonesia,
Jaga dan Lindungi Jemaah Haji Indonesia, Petugas Seksus Nabawi Perkuat Edukasi Lansia dan Disabilitas
Petugas haji bantu jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Masjid Nabawi. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)
A-AA+

JAKARTA Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Sektor Khusus (Seksus) Nabawi terus meningkatkan edukasi dan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang saat ini berada di Madinah.

PPIH di seksus Nabawi memfokuskan edukasi dan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia yang masuk dalam kategori lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta peningkatan pemahaman terhadap tata tertib di Masjid Nabawi.

Advertisement

Kepala Seksus Nabawi, Muhammad Thoriq, mengatakan penguatan pelayanan dan edukasi diperlukan karena suhu udara di Madinah masih sangat panas dan mencapai 42 bahkan 45 derajat Celsius.

"Kami Seksus Nabawi menyiapkan kursi roda di setiap pos. Jika kurang, petugas ditugaskan meminjam ke Nusuk Care," ucap Kepala Seksus Nabawi Thoriq kepada Media Center Haji (MCH) di Madinah, dikutip pada Sabtu (13/6/2026). 

"Petugas juga membantu mengambilkan air minum, menyediakan sandal cadangan, dan membagikan water spray agar jemaah terhindar dari dehidrasi," sambung Thoriq.

Thoriq menjelaskan, selain pelayanan fisik, petugas juga memberikan edukasi kepada jemaah mengenai penggunaan aplikasi Nusuk yang digunakan untuk berbagai layanan ibadah di Arab Saudi.

"Jemaah juga diingatkan untuk mematuhi aturan yang berlaku di Masjid Nabawi, termasuk larangan mengambil foto atau video di area tertentu. Tujuannya agar jamaah bisa beribadah khusyuk tanpa berurusan dengan aparat keamanan Saudi," katanya.

Advertisement

Jemaah haji Indonesia Masjid Nabawi

Thoriq mengungkapkan, untuk layanan kunjungan ke Raudhah, Seksus Nabawi menerapkan sistem tasreh atau izin masuk secara kolektif berdasarkan kelompok terbang (kloter).

Dengan sistem ini, menurutnya, seluruh jemaah haji Indonesia di tiap-tiap kloter dapat masuk bersama-sama sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Setiap hari, jumlah jemaah yang mendapat kesempatan masuk ke Raudhah mencapai sekitar 8.000 orang, baik laki-laki maupun perempuan," terangnya.

Menurut Thoriq, jemaah haji gelombang kedua umumnya lebih siap menjalani aktivitas di Madinah karena sebelumnya telah memiliki pengalaman selama berada di Makkah.

"Akibatnya kasus jemaah tersasar, lupa jalan pulang ke hotel, atau kehilangan sandal lebih sedikit dibanding gelombang pertama," ujar Thoriq.

Ia berharap melalui edukasi yang terus diberikan, seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah di Masjid Nabawi dengan aman, nyaman, tertib, dan lebih khusyuk. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia