Advertisement
Peristiwa Nasional

Pemulangan Perdana Kloter Jemaah Haji Indonesia Gelombang Kedua Berjalan Lancar

Fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua ke tanah air telah dimulai sejak diberangkatkan dari embarkasi dan kelompok terbang (kloter) KJT 21 sebagai pemulangan pertama pada Senin (15/6/2026) malam kemarin.

TIMES Indonesia,
Pemulangan Perdana Kloter Jemaah Haji Indonesia Gelombang Kedua Berjalan Lancar
Kasektor 1 Madinah Ramlan Sudarto dan timnya. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)
A-AA+

JAKARTA Fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua ke tanah air telah dimulai sejak diberangkatkan dari embarkasi dan kelompok terbang (kloter) KJT 21 sebagai pemulangan pertama pada Senin (15/6/2026) malam kemarin.

“Alhamdulillah kita sektor 1 hari ini dapat keberkahan pendorongan pertama ini KJT 21 dengan jumlah jemaah 444 jemaah,” ucap Kepala Sektor 1 Madinah Ramlan Sudarto usai melepaa pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Madinah dikutip Selasa (16/6/2026). 

Advertisement

Ramlan mengatakan meskipun ada kendala teknis karena harus berbagi lift dengan jemaah haji negara lain yang juga akan pulang, pihaknya berhasil menangani dengan baik dan akhirnya semua berjalan sesuai yang diharapkan. 

“Karena liftnya hanya 3 sementara jemaah yang harus turun kurang lebih sekitar 900. Kita 444 dan India 450. Alhamdulillah secara umum pelaksanaannya lancar sesuai dengan harapan kita,” kata Ramlan. 

Ramlan menjelaskan secara teknis jemaah haji Indonesia harus sudah dipersiapkan 2 jam sebelum pemberangkatan dan koper kabin harus sudah tersusun rapih di lobi hotel.

Jemaah haji
Jemaah haji Indonesia gelombang kedua saat hendak menaiki bus. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)

“1 jam sebelum pendorongan sudah diinformasikan untuk meninggalkan kamar dan langsung turun dari kamar hotel dan mengarah ke bus sesuai dengan rombongan masing-masing,” jelas Ramlan. 

Advertisement

Tak lupa Ramlan mengimbau jemaah haji Indonesia gelombang kedua khususnya di sektor 1 Madinah dapat mematuhi jadwal untuk pemberangkatan dan pendorongan supaya tidak ada keterlambatan sampai di bandara.

“Karena kalau pendorongan dari Madinah ke bandara itu kita yang harus menunggu pesawat bukan pesawat yang menunggu kita,” tandas Ramlan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia