Advertisement
Peristiwa Nasional

MBG Dikritik Tajam, Muhammadiyah Siapkan 3 Pilar Sakti

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini dihujani kritik tajam dari berbagai pihak.

TIMES Indonesia,
MBG Dikritik Tajam, Muhammadiyah Siapkan 3 Pilar Sakti
Direktur BPPGM, M. Nurul Yamin. (FOTO: Muhammadiyah)
A-AA+

JAKARTA Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini dihujani kritik tajam dari berbagai pihak. Khususnya para mahasiswa diberbagai daerah yang baru-baru ini turun ke jalan dan mendesak agar program utama Presiden Prabowo Subianto itu segera dihentikan. 

Menanggapi dinamika tersebut, Muhammadiyah memberikan pandangan yang berbeda. Alih-alih ikut mendesak agar diberhentikan, organisasi ini justru mengambil langkah strategis dengan mendorong pembenahan menyeluruh agar program nasional ini tidak melenceng dari tujuan utamanya.

Advertisement

Melalui Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), organisasi Islam besar ini menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Muhammadiyah siap mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.

Langkah ini diambil karena Muhammadiyah memandang program MBG bukan sekadar bagi-bagi makanan, melainkan investasi jangka panjang.

Program ini adalah fondasi krusial melahirkan generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. Oleh karena itu, tata kelola yang bersih menjadi harga mati.

Dengan jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang gurita di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, mereka memiliki modal kapasitas dan pengalaman mumpuni untuk menyukseskan program ini.

Gerakan ini juga didasarkan pada ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menempatkan kemaslahatan umat sebagai inti dari dakwah.

Advertisement

Direktur BPPGM, M. Nurul Yamin, menjelaskan bahwa pemenuhan gizi adalah prasyarat mutlak dalam menyiapkan generasi masa depan. Tanpa asupan gizi yang memadai, investasi pembangunan SDM apa pun akan menghadapi jalan buntu.

“Program makan bergizi merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi. Gizi yang baik bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan prasyarat mutlak terwujudnya generasi yang kuat dan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan,” katanya dalam keterangan resminya diterima Kamis (18/6/2026).

Bagi Muhammadiyah, banjir kritik yang menerpa program MBG justru harus dijadikan momentum emas untuk memperkuat sistem pengelolaan. Yamin pun membeberkan tiga pilar utama yang wajib menjadi standar mati dalam pengelolaan MBG di lingkungan Muhammadiyah.

Pertama, keamanan pangan. Yaitu Menjamin semua asupan wajib halal, tayib (baik), dan aman dikonsumsi.

Kedua, tata kelola profesional. Yakni pengelolaan yang amanah dan transparan tanpa celah penyimpangan.

Ketiga, ekosistem berkelanjutan. Membangun sistem berdampak panjang bagi ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, Yamin menekankan bahwa rapor keberhasilan program MBG tidak boleh hanya diukur dari angka statistik jumlah penerima manfaat, melainkan dari kualitas sistem pengawasan dan transparansi yang dibangun.

"Dengan semangat dakwah berkemajuan, Muhammadiyah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis harus menjadi sarana menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pembangunan generasi Indonesia yang unggul di masa depan," ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Ramli
PenulisMoh RamliPasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia