Advertisement
Peristiwa Nasional

Di Podcast Raditya Dika, dr Gia Pratama Puji Kerja Dahsyat Petugas Haji Indonesia Era Kementerian Haji dan Umrah

dr. Gia Pratama memberikan apresiasi tinggi kepada petugas haji Indonesia yang dinilai bekerja luar biasa melayani jemaah di Tanah Suci

TIMES Indonesia,
Di Podcast Raditya Dika, dr Gia Pratama Puji Kerja Dahsyat Petugas Haji Indonesia Era Kementerian Haji dan Umrah
Hadir di Podcast Raditya Dika, dr. Gia Pratama beri apresiasi petugas Haji Indonesia. (FOTO: YouTube Raditya Dika)
A-AA+

JAKARTA Kuota jemaah haji reguler Indonesia menjadi yang terbesar di dunia menuntut kerja keras yang luar biasa dari para petugas di lapangan. Tantangan berat tersebut mendapat sorotan sekaligus apresiasi mendalam dari praktisi kesehatan sekaligus penulis kenamaan, dr. Gia Pratama, saat hadir dalam sesi bincang-bincang di kanal YouTube milik Raditya Dika.

Dokter Gia yang menyaksikan langsung kondisi di Tanah Suci mengaku sangat kagum dengan dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh segenap unsur kedokteran maupun pelayanan umum, mulai dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) hingga Tenaga Kesehatan Haji (TKH) yang melekat di tiap kloter.

Advertisement

“Aku mau apresiasi dulu kepada seluruh petugas haji Indonesia. Kerja kerasnya luar biasa. Jumlah jemaah haji Indonesia itu besar. Kalau gabungin jemaah haji dari Mesir, Turki, Iran, Sudan, Malaysia, belum bisa ngalahin jumlah jemah haji regularnya Indonesia. Kerja kerasnya dahsyat baik itu PPIH-nya, baik itu TKH yang nempel di kloternya itu. Dahsyat kerjanya,” ungkap dr Gia Pratama di Podcast Raditya Dika dikutip pada Senin (22/6/2026). 

Menurut dr Gia, ketulusan para petugas dalam melayani tamu Allah dapat dirasakan langsung oleh siapa saja yang melaksanakan ibadah haji. Faktor pelayanan humanis inilah yang dinilai sukses menutup kekurangan-kekurangan dari segi fasilitas fisik di lapangan.

petugas haji
Petugas Haji Indonesia menolong jemaah haji Indonesia. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)

“Abang nanya ke semua jemaah haji, pasti merasakan ketulusan mereka. Istimewa. Mungkin fasilitasnya kurang, tapi secara pelayanan dahsyat sekali mereka. Gak ada capek-capeknya gitu dan memang terpilih,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa performa hebat para petugas di musim haji 2026 ini tidak terlepas dari ketatnya sistem penyaringan (screening) yang diterapkan oleh kementerian baru yang kini khusus mengurus penyelenggaraan ibadah ke Tanah Suci.

Advertisement

“Itu screeningnya berat sekali dari Kemenhaj yang baru, dulu Kemenag yang pegang, sekarang berdiri sendiri jadi Kementerian Haji dan Umrah. Ini yang dari situ, screening petugasnya, calon petugasnya dan benar-benar mereka dahsyat kerja kerasnya. Aku lihat first hand langsung lihat sendiri di sana betapa dahsyatnya mereka kerja,” jelasnya detail.

Sebagai tenaga medis yang ikut mendampingi rombongan, dr Gia menyadari bahwa beban moral dan fisik yang dipikul oleh para petugas haji berlipat-lipat ganda lebih berat dibandingkan dengan apa yang dihadapinya secara pribadi di lapangan.

“Jadi apapun yang aku hadapi, Bang, mereka berkali-kali lipat kesulitannya. Apapun kesulitan yang aku hadapi, mereka berkali-kali lipat. Karena jumlahnya lebih banyak. Karena aku cuma bertanggung jawab terhadap 500, mereka bisa lebih banyak lagi gitu,” tandas dr Gia. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia