Advertisement
Peristiwa Nasional

BMKG: Siklon Tropis Mekkhala Picu Hujan Lebat di Pulau Bintan dan Sekitarnya

BMKG Tanjungpinang menyebut aktivitas Siklon Tropis Mekkhala di Timur Laut Filipina memicu hujan lebat di Pulau Bintan.

TIMES Indonesia,
BMKG: Siklon Tropis Mekkhala Picu Hujan Lebat di Pulau Bintan dan Sekitarnya
Pengendara motor melintasi jalan di tengah curah hujan melanda Kota Tanjungpinang, Kepri, Senin (22/6/2026). (Foto: ANTARA/Ogen)
A-AA+

tanjungpinang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menyatakan bahwa aktivitas Siklon Tropis Mekkhala di Timur Laut Filipina turut memengaruhi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya pada Senin.

"Berdasarkan analisis meteorologis terkini, kondisi cuaca pada hari ini masih dipengaruhi oleh aktivitas Siklon Tropis Mekkhala yang berada di Timur Laut Filipina," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Hayu Nur Mahron, di Tanjungpinang, Senin (22/6/2026).

Advertisement

Hayu menyampaikan bahwa Pulau Bintan—yang mencakup Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan—telah diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat secara bergantian sejak Senin dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Ia menjelaskan, keberadaan Siklon Tropis Mekkhala membentuk aliran massa udara menuju pusat siklon yang melintasi wilayah Kepri. Fenomena ini kemudian berkontribusi terhadap terbentuknya daerah pertemuan angin (konvergensi) di sekitar Pulau Bintan. Kondisi atmosfer tersebut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang memicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di Pulau Bintan dan sekitarnya.

BMKG memprediksi untuk esok hari hingga beberapa hari ke depan, seiring pergerakan Siklon Tropis Mekkhala ke arah barat laut hingga utara, daerah konvergensi dan aliran massa udara yang terkait dengan sistem tersebut diprakirakan bergeser menjauhi wilayah Pulau Bintan ke arah utara.

"Akibatnya, pengaruh faktor cuaca regional terhadap wilayah Kepri diprakirakan berangsur berkurang," ucapnya.

Meskipun demikian, kata dia, kondisi atmosfer yang masih lembap dan cukup labil tetap mendukung pembentukan awan hujan. Dengan demikian, potensi hujan masih ada, namun dengan cakupan yang cenderung lebih lokal dibandingkan kondisi pada 22 Juni 2026.

Advertisement

Hal tersebut juga dipengaruhi oleh kandungan uap air di wilayah Kepri yang masih relatif tinggi, seiring suhu muka laut yang hangat berkisar antara 30–31 derajat Celsius dengan anomali positif sekitar 0,5–1,5 derajat Celsius. Kondisi ini menyebabkan kelembapan udara pada lapisan atmosfer bawah hingga menengah tetap tinggi.

"Untuk wilayah Pulau Bintan, dalam tiga hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang, terutama pada dini hari hingga pagi serta siang hari," ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Hayu, ketinggian gelombang laut di perairan Pulau Bintan diprakirakan aman, yakni berkisar antara 0,1 sampai 1,25 meter (kategori tenang hingga rendah).

Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat, baik saat beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan.

Selain hujan, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi banjir pesisir (rob) yang diprakirakan masih berpeluang terjadi hingga 23 Juni 2026 di wilayah pesisir Tanjungpinang dan sekitarnya.

"Informasi cuaca terkini dapat diperoleh melalui aplikasi InfoBMKG serta laman websitenm BMKG," ucap Hayu Nur Mahron. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia