Brigadir Alfiani: Petugas Haji yang Layani Jemaah bak Orang Tua Sendiri
Dedikasi tanpa batas terus ditunjukkan oleh para petugas haji wanita dalam mengawal operasional pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Madinah.
JAKARTA – Dedikasi tanpa batas terus ditunjukkan oleh para petugas haji wanita dalam mengawal operasional pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Madinah.
Salah satu potret ketulusan tersebut melekat pada sosok Alfiani, seorang petugas haji wanita energik yang sehari-hari mengemban amanah sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Markas Besar (Mabes) Polri.
Langkah taktis dan cekatan langsung diperlihatkan Alfiani begitu armada bus jemaah haji merapat di wilayah Sektor 1 Madinah. Dengan sigap, ia memimpin pengecekan manifes penumpang, memeriksa kelengkapan dokumen perjalanan bersama staf syarikah, hingga turun tangan menuntun para jemaah lansia.
"Yang saya lakukan saat naik ke dalam bus adalah mengucapkan selamat datang bagi para jamaah haji, serta menghimbau mereka agar menjaga keamanan serta melakukan pengumpulan paspor dan menyerahkannya paspor kepada syarikah," ucap Alfiani di Madinah dikutip pada Rabu (24/6/2026).
Bagi Alfiani, panggilan tugas untuk melayani para tamu Allah—terutama kelompok rentan dan lanjut usia—telah menumbuhkan ikatan emosional yang mendalam. Setiap kali melihat wajah lelah para jemaah lansia, ia mengaku selalu melihat banyangan kedua orang tua kandungnya sendiri di tanah air.
"Saat melihat bapak ibu yang sudah lansia, saya selalu teringat dengan ibu dan ayah saya sendiri. Saya ingat sekali waktu kedatangan gelombang pertama dulu, tengah malam di hotel Grand Plaza Al Madinah, ada seorang nenek yang tidak kuat berdiri dan tak mau turun dari bus kalau digendong petugas laki-laki, tanpa berpikir panjang lagi nenek itu langsung saya gendong turun bus sampai ke depan lobby hotel," ungkap alumni Universitas Mercu Buana Jakarta tersebut.
Ketahanan fisik ibu dari dua anak ini kembali diuji saat momentum pemulangan perdana jemaah gelombang kedua dari Sektor 1 Madinah menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Senin (15/6/2026) malam.
Akibat antrean lift hotel yang padat dan beberapa jemaah Kloter KJT 21 asal Jawa Barat yang keliru menaiki nomor bus, Alfiani harus berlari dari satu armada ke armada lain demi menyinkronkan data manifes penumpang agar bus diizinkan berangkat oleh otoritas syarikah.
"Tadi jemaahnya salah naik bus," selorohnya lega setelah seluruh rangkaian bus bergerak teratur meninggalkan hotel.
Menariknya, buah manis dari ketulusan pelayanan Brigadir Alfiani rupanya membekas erat di hati jemaah. Wanita kelahiran Jakarta, 21 Desember 1995 ini menceritakan sebuah momen mengharukan saat dirinya mendadak dikejar oleh seorang jemaah wanita di pelataran Masjid Nabawi, tepat di dekat Pintu 336.
"Kemarin di pintu 336, ada jamaah haji yang lari lari ngejar saya, memanggil mbak, mbaaaak, akhirnya ketemu lagi. Saya yang mbak tolong di jamarat," kenang Alfiani menirukan ucapan jemaah yang langsung memeluknya erat di tengah keramaian Kota Madinah.
Bagi Alfiani, pelukan hangat dan ucapan terima kasih yang tulus dari jemaah yang pernah ia selamatkan saat fase krusial di Mina itu menjadi suntikan energi dan 'hadiah' paling mewah yang menghapus segala rasa lelahnya selama bertugas di Arab Saudi.
"Masya Allah, senang sekali ya pak dengar kayak gitu. Saya hanya memberikan pelayanan terbaik saja, jangan sampe keberadaan saya di sini malah gak berguna," pungkas Alfiani penuh haru dan syukur.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


