Garuda Indonesia Kantongi Izin GACA Isi Penerbangan Kosong Empty Leg Haji
Maskapai Garuda Indonesia mengantongi izin resmi untuk mengisi kompartemen kosong atau empty leg saat proses pemulangan pesawat carter haji.
JAKARTA – Pemerintah Indonesia berhasil melakukan diplomasi intensif dengan otoritas penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA).
Hasilnya, maskapai nasional Garuda Indonesia kini mengantongi izin resmi untuk mengisi kompartemen kosong atau empty leg saat proses pemulangan pesawat carter haji.
Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Menurutnya, langkah ini menjadi solusi atas persoalan klasik penerbangan haji Indonesia yang selama ini selalu pulang dalam kondisi tanpa penumpang.
"Jadi selama ini pesawat haji kita yang berstatus charter selalu pulang dalam kondisi kosong," kata Dahnil di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
Tokoh muda Muhammadiyah ini mengungkapkan bahwa isu empty leg tersebut sebelumnya menjadi perhatian utama Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara kemudian memerintahkan lintas kementerian untuk bergerak cepat mencari solusi konkret.
Merespons instruksi tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, dan Direktur Utama Garuda Indonesia langsung menggelar pertemuan lanjutan.
Sinergi ini dilakukan demi memastikan eksekusi kebijakan dapat berjalan mulai musim haji tahun ini dan seterusnya.
Bidik Wisatawan Timur Tengah
Guna memaksimalkan ruang kosong pada penerbangan pulang tersebut, Kemenhaj berkoordinasi erat dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Tujuannya adalah mendorong promosi objek wisata domestik agar dapat dijual secara maksimal kepada masyarakat Timur Tengah, khususnya warga Arab Saudi.
"Penumpangnya inilah yang kemudian kami bicarakan dengan Kementerian Pariwisata supaya kemudian mendorong pariwisata kita, objek wisata kita di Indonesia itu bisa dijual ke masyarakat Timur Tengah, khususnya Saudi Arabia," jelas Dahnil.
Langkah taktis ini diambil mengingat besarnya potensi ekonomi yang ada. Berdasarkan data Kemenhaj, total jemaah haji dan umrah asal Indonesia yang berangkat ke Arab Saudi mencapai 3,2 juta orang setiap tahunnya—terdiri dari 3 juta jemaah umrah dan 221.000 jemaah haji.
Perputaran uang dari sektor ini sangat fantastis, yakni berkisar antara Rp120 triliun hingga Rp180 triliun yang mengalir ke Arab Saudi.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo meminta dibentuk tim khusus untuk meminimalisir aliran modal keluar sekaligus menciptakan aliran modal masuk.
"Jadi ini catatan penting dan mudah-mudahan dari komitmen ini, bisa membangun ekosistem ekonomi haji di satu sisi, dan juga pariwisata kita di sisi lain," ujarnya.
Dukungan Penuh Garuda dan Kemenpar
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyambut positif kebijakan baru ini.
Ia meyakini kerja sama ini akan membawa dampak signifikan, terutama bagi sektor pariwisata tanah air. "Ini akan meningkatkan promosi kita khususnya untuk pariwisata," katanya.
Dukungan penuh juga datang dari Kementerian Pariwisata. Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menegaskan kesiapan pihaknya untuk menyambut peluang emas ini.
"Kami dari Kementerian Pariwisata tentunya mendukung dan menerima hal ini dengan baik sekali. Karena kami dari Kementerian Pariwisata juga memiliki target kunjungan pariwisata yang harus dicapai," ujarnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


