Advertisement
Peristiwa Nasional

Kemenhan Evaluasi Latsarmil Kopdes Merah Putih, Tegaskan Peserta Bukan Calon Prajurit

Kemenhan mengevaluasi aspek kesehatan Latsarmil calon manajer Kopdes Merah Putih setelah lima peserta meninggal. Peserta ditegaskan tetap berstatus warga sipil.

TIMES Indonesia,
Kemenhan Evaluasi Latsarmil Kopdes Merah Putih, Tegaskan Peserta Bukan Calon Prajurit
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025).(ANTARA FOTO)
A-AA+

JAKARTA Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah ini diambil setelah lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti pelatihan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan evaluasi tersebut merupakan arahan langsung dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Advertisement

"Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan," ujar Ketut dalam konferensi pers di Kantor Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Pemeriksaan Kesehatan Diperketat

Menurut Ketut, evaluasi mencakup penguatan sistem pemeriksaan kesehatan berkala, khususnya bagi peserta yang memiliki faktor risiko medis.

Selain itu, intensitas kegiatan akan disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing peserta, sementara pengawasan tenaga medis di setiap satuan pendidikan akan diperkuat.

Kemenhan juga menggandeng Kementerian Kesehatan untuk memberikan asistensi dalam pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan penyakit paru dan penyakit menular yang berpotensi muncul selama pelatihan.

Tak hanya aspek medis, evaluasi juga menyentuh sistem profiling kesehatan peserta, mekanisme deteksi dini, prosedur rujukan ke rumah sakit, serta pengawasan kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Advertisement

"Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan," kata Ketut.

Ia menambahkan, peserta yang diketahui memiliki kondisi kesehatan khusus, termasuk kehamilan maupun penyakit tertentu, akan memperoleh penanganan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan dengan mengutamakan keselamatan peserta.

Tegaskan Peserta Tetap Berstatus Sipil

Dalam kesempatan yang sama, Kemenhan juga meluruskan anggapan bahwa Latsarmil bertujuan membentuk calon prajurit.

Ketut menegaskan seluruh peserta tetap berstatus sebagai warga sipil yang dipersiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih.

"Kami tegaskan bahwa kegiatan ini bukan bertujuan membentuk peserta menjadi prajurit atau anggota militer. Para peserta tetap berada pada profesi dan penugasan sipilnya sebagai calon manajer pengelola Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih," ujarnya.

Menurutnya, pelatihan tersebut difokuskan pada pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, profesionalisme, kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Kemenhan menilai penguatan karakter pengelola koperasi merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan yang memiliki keterkaitan dengan ketahanan nasional.

Lima Peserta Dilaporkan Meninggal

Hingga Sabtu (27/6/2026), lima peserta SPPI dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil, yakni Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara, penyebab kematian masing-masing berbeda, meliputi cardiac arrest, heat stroke, tuberkulosis paru aktif, pneumonia yang disertai komplikasi medis, serta satu kasus yang masih dalam pendalaman untuk memastikan penyebab medis secara komprehensif.

Kemenhan menyatakan seluruh peserta yang mengalami gangguan kesehatan telah mendapatkan penanganan awal dari tenaga medis di satuan pendidikan sebelum dirujuk ke rumah sakit.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ferry Agusta Satrio
PenulisFerry Agusta SatrioLulusan Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Bergabung dengan TIMES Indonesia pada 2015.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia