Prabowo Resmikan Lima Bendungan di Lombok Barat, Perkuat Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Air Nasional
Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di Aceh, NTB, Bali, dan Jawa Tengah sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, pengelolaan air, dan pembangunan berkelanjutan.
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari penguatan infrastruktur sumber daya air nasional. Peresmian yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026), menjadi penanda penting bahwa pembangunan infrastruktur strategis merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Lima bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Meninting di NTB, Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.
"Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan Bendungan Meninting Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bendungan Rukoh dan Keureuto Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah Provinsi Jawa Tengah, dan Bendungan Sidan Provinsi Bali," ujar Presiden saat peresmian yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Pembangunan Infrastruktur Adalah Kerja Lintas Pemerintahan
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan bendungan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Menurutnya, proyek infrastruktur berskala besar membutuhkan proses panjang, pembiayaan besar, serta kesinambungan kebijakan lintas pemerintahan.
Ia memberikan contoh Bendungan Meninting yang mulai dibangun pada 2019 dan baru dapat diresmikan tahun ini. Karena itu, Presiden mengapresiasi seluruh pemerintahan sebelumnya yang telah memulai pembangunan berbagai proyek strategis nasional.
"Saya bersyukur ini simbol kerja keras, simbol persatuan. Pemerintah yang memulai pembangunan belum tentu menjadi pemerintah yang meresmikan. Inilah pembangunan bangsa dan kebangkitan bangsa," katanya.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono serta jajaran Kementerian Pekerjaan Umum yang telah menyelesaikan pembangunan bendungan tersebut.
Air untuk Petani Menjadi Prioritas
Presiden menegaskan keberadaan bendungan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Ia meminta seluruh instansi terkait mengelola bendungan secara profesional agar pasokan air irigasi benar-benar sampai ke lahan pertanian.
"Saya titip kepada instansi yang terkait, jaga bendungan-bendungan ini dengan baik, kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara," tegas Prabowo.
Menurut Presiden, setiap anggaran yang digunakan untuk pembangunan harus kembali memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Perkuat Ketahanan Pangan dan Pembangunan Berkelanjutan
Peresmian lima bendungan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat infrastruktur sumber daya air nasional. Selain meningkatkan layanan irigasi bagi sektor pertanian, bendungan juga berfungsi menyediakan air baku, mengendalikan banjir, serta mendukung pengembangan energi bersih.
Dengan bertambahnya infrastruktur bendungan di berbagai daerah, pemerintah berharap produktivitas pertanian meningkat, ketersediaan air semakin terjamin, dan fondasi pembangunan berkelanjutan Indonesia semakin kuat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim maupun kebutuhan pangan di masa depan.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


