Advertisement
Peristiwa Nasional

30 Ribu Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Bertugas Agustus, Siap Gerakkan Ekonomi Desa

Sebanyak 30 ribu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai ditempatkan pada Agustus 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan distribusi program pemerintah.

TIMES Indonesia,
30 Ribu Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Bertugas Agustus, Siap Gerakkan Ekonomi Desa
Calon manajer akan mulai ditempatkan pada pekan pertama Agustus 2026 setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan peningkatan kompetensi. (Foto; ANTARA)
A-AA+

JAKARTA Pemerintah mulai memasuki fase penting dalam penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Setelah fokus membangun kelembagaan dan infrastruktur, kini sekitar 30 ribu calon manajer koperasi dipersiapkan untuk mengoperasikan ribuan koperasi yang akan menjadi pusat aktivitas ekonomi di desa dan kelurahan.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan para calon manajer akan mulai ditempatkan pada pekan pertama Agustus 2026 setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan peningkatan kompetensi yang berlangsung pada 17–31 Juli 2026.

Advertisement

Menurut Ferry, sebelum memasuki tahap pelatihan teknis, seluruh peserta telah mengikuti pembinaan karakter dan program bela negara sebagai bagian dari pembentukan kepemimpinan pengelola koperasi.

"Mulai minggu pertama Agustus mereka akan ditempatkan di desa dan kelurahan masing-masing untuk menjalankan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujar Ferry saat melakukan kunjungan kerja di Cimahi, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026).

Mayoritas Calon Manajer Berasal dari Perempuan

Menariknya, komposisi peserta menunjukkan dominasi perempuan. Ferry mengungkapkan sekitar 60 persen dari total peserta merupakan perempuan, yang dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola koperasi berbasis masyarakat.

Kehadiran tenaga profesional tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas manajemen koperasi sehingga tidak lagi dikelola secara konvensional, tetapi mengedepankan prinsip bisnis modern, pelayanan publik, serta pemberdayaan ekonomi lokal.

Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah agar koperasi desa tidak hanya hadir sebagai lembaga administratif, melainkan benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Advertisement

Target 35 Ribu Bangunan Koperasi Rampung Agustus

Selain menyiapkan sumber daya manusia, pemerintah juga mempercepat penyelesaian infrastruktur pendukung KDKMP.

Ferry menyebut pemerintah menargetkan sekitar 35 ribu bangunan koperasi lengkap dengan gudang, gerai usaha, dan fasilitas operasional dapat selesai pada Agustus 2026 sehingga siap melayani masyarakat.

Menurutnya, kesiapan bangunan dan SDM menjadi dua faktor utama agar koperasi dapat langsung beroperasi tanpa harus menunggu proses adaptasi yang panjang.

Untuk memastikan kualitas pengelola tetap terjaga, pemerintah menerapkan tiga tahapan pembentukan manajer, yakni pembinaan karakter, pelatihan kompetensi manajerial, sertifikasi kompetensi.

Skema tersebut dirancang agar seluruh pengelola memiliki standar profesional yang sama meskipun ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia.

Penempatan Utamakan Putra Daerah

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari, menjelaskan mekanisme penempatan dilakukan dengan mengutamakan peserta yang berasal dari desa tempat koperasi beroperasi.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena calon manajer yang memahami kondisi sosial, budaya, dan potensi ekonomi daerah akan lebih cepat menjalankan program koperasi.

Apabila kebutuhan tenaga profesional belum terpenuhi, penempatan akan diperluas secara bertahap mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.

"Kalau berasal dari desa tersebut tentu akan ditempatkan di sana. Kalau belum tersedia, baru dilakukan penempatan secara bertahap dari wilayah terdekat," ujar Destry.

Koperasi Desa Disiapkan Menjadi Motor Ekonomi Baru

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu agenda strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan hingga tingkat desa.

Sebelumnya, pemerintah juga telah menetapkan koperasi ini sebagai pusat distribusi berbagai komoditas bersubsidi seperti gas LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, beras, minyak goreng, hingga penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.

Dengan dukungan ribuan manajer profesional, pemerintah berharap koperasi mampu menjalankan fungsi yang lebih luas, mulai dari layanan keuangan mikro, pergudangan, pemasaran produk UMKM, hingga menjadi pusat distribusi hasil pertanian dan perikanan.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi, meningkatkan efisiensi ekonomi desa, sekaligus memperbesar nilai tambah bagi masyarakat.

Jika seluruh target berjalan sesuai jadwal, Agustus 2026 akan menjadi momentum dimulainya operasional besar-besaran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu instrumen utama pemerintah dalam memperkuat pemerataan ekonomi dari tingkat desa.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia