Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul Optimistis Persiapan Rampung Tepat Waktu
Persiapan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, telah mencapai 70 persen. Sebanyak 2.000 panitia disiagakan, sementara Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka acara pada 27 Agustus 2026.
JOMBANG – Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, optimistis pelaksanaan muktamar pada 27–31 Agustus 2026 akan berlangsung lancar. Keyakinan itu disampaikan setelah meninjau langsung progres persiapan panitia lokal yang kini memasuki hitung mundur 35 hari menuju pelaksanaan, Rabu (22/7/2026).
"Seluruh elemen panitia kita kumpulkan agar memiliki semangat yang sama, memahami tugas masing-masing, dan bergerak dalam satu koordinasi. Dari perkembangan yang saya lihat hari ini, saya optimistis Muktamar ke-35 NU akan berjalan lancar dan sukses," ujar Gus Ipul yang juga Sekretaris Jenderal PBNU tersebut.
Sebagai tuan rumah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas terus menyiapkan sejumlah fasilitas, meliputi lebih dari 150 unit toilet tambahan, pemasangan pendingin ruangan (AC) di ruang-ruang persidangan, pembangunan area parkir, dapur umum, hingga kawasan pameran UMKM.
Menurut Gus Ipul, seluruh fasilitas tersebut disiapkan agar peserta, tamu undangan, maupun masyarakat yang hadir memperoleh pelayanan secara optimal selama muktamar berlangsung.
"Semua kebutuhan sudah dipetakan. Mulai peserta, pengunjung, hingga tamu-tamu yang hadir harus terlayani dengan baik. Karena itu, seluruh sarana dan prasarana kita siapkan secara maksimal," katanya.
Presiden Prabowo Dijadwalkan Membuka Muktamar
Gus Ipul menyatakan, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan hadir untuk membuka secara resmi forum lima tahunan tersebut.
Menurutnya, kehadiran kepala negara diharapkan menjadi momentum yang menegaskan peran strategis Nahdlatul Ulama dalam kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan di Indonesia.
"Kurang 35 hari lagi menuju Muktamar ke-35 NU yang insyaallah akan dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia ke-8, Bapak Prabowo Subianto," ungkap Gus Ipul.
Sementara itu, Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan Apel Siaga menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Sebanyak 2.000 panitia lokal telah disiapkan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan muktamar. Mereka berasal dari keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum, warga Nahdliyin, lembaga, badan otonom, hingga relawan.
Ia menambahkan, apel serupa akan kembali digelar dalam beberapa tahap sebagai bagian dari pembekalan dan penyamaan persepsi seluruh panitia.
Dari sisi infrastruktur, Gus Rozaq menyebut progres pembangunan telah mencapai sekitar 70 persen. Saat ini panitia memfokuskan penyelesaian area parkir dan kawasan bazar yang akan menjadi pusat aktivitas selama muktamar berlangsung.
"Panitia menyiapkan lahan parkir seluas sekitar tiga hektare di sisi timur kompleks pesantren. Proses pengurukan lahan masih berlangsung dan ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan," terangnya.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, panitia berharap seluruh tahapan persiapan dapat diselesaikan sesuai target. Sinergi antara PBNU, panitia pusat, panitia lokal, keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum, dan warga Nahdliyin menjadi modal utama untuk menyukseskan Muktamar ke-35 NU.
Selain menjadi forum pengambilan keputusan strategis organisasi, Muktamar ke-35 NU diharapkan mampu memperkuat persatuan warga Nahdliyin serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Yang terpenting bukan hanya sukses penyelenggaraan, tetapi juga bagaimana muktamar ini membawa keberkahan, memperkuat ukhuwah, dan memberikan manfaat bagi NU, bangsa, dan negara," pungkas Gus Rozaq. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


