Advertisement
Peristiwa Nasional

Arsitek Senior M Basri Berpulang, Sosok di Balik Gelar Perdana Arema FC

Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola nasional. Salah satu pelatih senior yang pernah dimiliki Indonesia, Muhammad Basri.

TIMES Indonesia,
Arsitek Senior M Basri Berpulang, Sosok di Balik Gelar Perdana Arema FC
M. Basri, saat masih aktif menjadi pelatih sepak bola. (Foto: IST Okezone Bola)
A-AA+

MALANG Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola nasional. Salah satu pelatih senior yang pernah dimiliki Indonesia, Muhammad Basri, dikabarkan telah berpulang, Kamis (23/7/2026) pagi.

Almarhum menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 04.50 WIB, di salah satu kamar inap rumah sakit di Surabaya. Kepergian pria kelahiran Makassar, 5 Oktober 1942 ini  juga meninggalkan duka mendalam bagi Arema FC.

Advertisement

Kepergian Basri menjadi kehilangan besar bagi sepak bola Indonesia, namun juga Arema FC. Namanya menjadi bagian dari sejarah panjang dengan mengukir prestasi di berbagai klub.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya sosok yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan Singo Edan. M. Basri tentu menjadi kebanggaan Aremania.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Keluarga besar Arema FC sangat kehilangan, atas berpulangnya M. Basri. Beliau adalah pelatih dengan dedikasi tinggi yang telah menorehkan sejarah emas bagi Arema. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ungkap Yusrinal Fitriandi. 

Tercatat, M. Basri pernah mengantarkan Singo Edan meraih gelar juara pertama kali di era Galatama. 

"Prestasi beliau membawa Arema menjadi juara Galatama 1993 adalah warisan yang tidak akan pernah kami lupakan," ujar Yusrinal.

Rekam Jejak Sang Maestro

M. Basri atau Muhammad Basri memulai karir cemerlangnya di sepak bola sebagai pemain. Ia pernah membela Timnas Indonesia di ajang Asian Games 1962 dan menjadi bagian dari skuad PSM Makassar meraih gelar juara Kompetisi Perserikatan pada 1964-1965 dan 1965-1966.

Advertisement

Namun, nama Basri justru semakin melambung ketika beralih profesi sebagai pelatih. Ia tercatat sukses membawa Persebaya Surabaya juara Piala Perserikatan pada tahun 1977.

M. Basri juga menjadi bagian penting dari kesuksesan Niac Mitra yang meraih gelar Galatama pada 1981, 1982, dan 1986. Kiprahnya di Niac Mitra bahkan mengantarnya menangani Timnas Indonesia senior dua periode, pads 1983 dan 1989.

Sosok di Balik Gelar Perdana Arema FC

Hubungan M. Basri dengan Arema FC dimulai pada tahun 1991, ketika itu ia dipercaya menukangi Arema Malang. Kehadirannya di Arema atas permintaan langsung dari pendiri Arema, Acub Zainal.

Di bawah asuhannya, Arema tampil kompetitif dan berhasil meraih gelar juara Galatama edisi 1992-1993. Pada musim tersebut, Arema keluar sebagai juara dengan koleksi 45 poin, dari 32 kali pertandingan (18 menang, 9 imbang, dan 5 kalah). Kesuksesan ini menjadi fondasi awal kejayaan Arema di kancah nasional.

Meski dikenal tegas dan keras dalam menerapkan disiplin, Basri adalah seorang motivator ulung yang aktif berdiskusi dengan para pemainnya. Ia juga dikenal jeli membaca kelemahan lawan.

Setelah Arema, Basri melanjutkan kiprahnya di berbagai klub, di antaranya Mitra Surabaya (1994), PSM Makassar (1995-1999 & 2005-2006), Persita Tangerang (2004-2005), Persela Lamongan (2007-2009), dan Persiba Bantul (2012-2013).

Salah satu filosofi yang dipegang teguh Basri adalah memprioritaskan putra daerah.

"Secara teknis mungkin mereka sama dengan pemain lain. Tapi, mereka punya motivasi dan semangat tak mau kalah," ujar Basri dalam sebuah kesempatan ketika masih aktif melatih.

Kepergian M. Basri di usia yang menginjak 80-an tahun ini menutup lembaran panjang perjalanan seorang legenda sepak bola Indonesia. 

Dedikasi dan jasanya dalam memajukan sepak bola tanah air, khususnya ketika membawa Arema FC meraih gelar pertama, akan selalu dikenang.

Selamat jalan, M. Basri. Kenangan dan jasamu akan abadi di hati Aremania dan seluruh pecinta sepak bola Indonesia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khoirul Amin
PenulisKhoirul AminAhli Madya Bahasa Inggris Dan Dunia Usaha Universitas Negeri Malang (2001). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Oktober 2024. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains (pendidikan), seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia