Advertisement
Peristiwa

Awas Jangan Sampai Masak Ayam Tiren

Ayam merupakan lauk yang biasa dikonsumsi masyarakat kebanyakan di Indonesia. Selain harganya masih terjangkau dibanding daging sapi dan ikan, kandungan gizi ayam pun tak jauh berbeda dengan sumber gizi hewani lainnya.

TIMES Indonesia,
Awas Jangan Sampai Masak Ayam Tiren
Ilustrasi Foto: ciricara
A-AA+

TIMESINDONESIA TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ayam merupakan lauk yang biasa dikonsumsi masyarakat kebanyakan di Indonesia. Selain harganya masih terjangkau dibanding daging sapi dan ikan, kandungan gizi ayam pun tak jauh berbeda dengan sumber gizi hewani lainnya. 

Daging ayam mengandung protein, niasin, vitamin B6 dan B12, Zn, dan potasium. Sayangnya, kebutuhan terhadap ayam disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab. 

Seringkali ditemui kasus praktik ilegal di pasaran. Isu-isu miring seperti ayam tiren (mati kemarin), berformalin, dan ayam glonggongan pun bermunculan. Tak jarang membuat para bunda khawatir keliru membeli ayam illegal itu. Karena, akan mengancam kesehatan keluarga. Konsumen harus cerdas dalam memilih ayam yang berkualitas, terutama cara membedakan ayam ilegal. 

Berikut Times Indonesia merangkumnya untuk Anda.
Ayam Dicampur Formalin

Isu ayam berformalin merebak hingga kini. Sampai-sampai media elektronik sering menyiarkan berita terkait kasus ini. Ayam berformalin tidak baik bagi kesehatan, karena dapat memicu kanker dan penyakit lainnya. Zat formalin biasanya digunakan untuk mengawetkan jenazah atau binatang. 
Bagi pedagang ‘nakal’, daging ayam atau ayam segar yang tak laku dijual hari itu akan dicelupkan ke dalam larutan formalin agar awet dan tidak membusuk, walaupun dibiarkan di suhu ruangan. Keesokan harinya ayam bisa dijual lagi.  Sebenarnya, daging ayam segar bisa disimpan di lemari es. Akan tetapi, tidak semua pedagang memiliki fasilitas itu.

Ciri-ciri ayam dicampur formalin ialah warna daging ayam pucat, aroma khas daging ayam yang segar hilang, daging lebih kaku atau tegar disbanding ayam segar dan berbau formalin.
Ayam Tiren 

Isu ayam tiren ini juga sempat merebak, terutama kasus penjual makanan yang menggunakan bahan ayam tiren. Istilah ayam tiren diperuntukkan bagi ayam yang dijual tanpa disembelih dengan cara penanganan yang baik.
Pedagang ‘nakal’ yang tak mau rugi, akan menjual ayam yang sudah mati terlebih dahulu sebab penyakit tertentu. Ciri-ciri ayam tiren yang bisa diamati yakni segi warna yang pucat kebiruan, bau tidak normal dan cenderung bau busuk, bagian daging paha tidak lagi berwarna kemerahan tapi agak gelap kebiruan. Ayam Glonggongan

Tidak hanya sapi yang diglonggong, ayam pun juga bisa. Maksud dari diglonggong tentu mengacu pada tindakan yang memaksa dalam pemberian air berlebihan pada ayam yang akan disembelih.
Fungsinya untuk meningkatkan berat ayam saat ditimbang. Kadar air berlebih bila dibiarkan terus menerus dalam daging ayam yang dijual akan terkontaminasi dengan udara luar. Sehingga, kuman dan bakteri berkembang biak dan membusuk. Konsumen yang kurang waspada akan dirugikan secara finansial sekaligus kualitas ayam. 

Cara mengetahui ayam glonggongan yakni daging ayam lebih basah dan berair dibandingkan ayam segar pada umumnya. Air yang berlebihan tidak bisa diikat oleh protein daging sehingga saat daging ayam dipotong-potong maka air akan cepat keluar. Ayam Segar

Inilah ayam segar yang berkualitas dan aman bagi kesehatan. Daging ayam segar dibedakan dalam dua kategori, white meat dan red meat. 

Menurut Chef Hendro Soejadi, ciri-ciri ayam yang berkualitas segar diantaranya, saat dilihat bagian dada tampak montok berisi, bagian paha tidak keras dan tampak penuh berisi, jika ditekan akan kembali ke bentuk semula setelah dilepaskan, memiliki kulit yang halus, tidak berbintil dan tidak berbulu. Serta tidak ada bercak darah tersisa atau bagian memar, serta mempunyai karkas yang utuh.
Setelah membeli ayam, dianjurkan untuk disimpan di tempat yang benar. Karena, ayam mudah terkontaminasi Salmonella. Kemas ayam dalam wadah tertutup dan simpan di dalam chiller bersuhi 0-20 derajat celcius, sehingga dapat bertahan selama 2-3 hari. Jika ingin lebih lama lagi, simpan dalam freezer dan dapat bertahan selama 6 bulan.

Sudah tidak perlu khawatir lagi dalam memilih ayam berkualitas segar lagi kan? (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia