Advertisement
Peristiwa

Biaya Program Bayi Tabung di Indonesia Rp40-50 Juta

Biaya program bayi tabung ini sekitar Rp40-50 juta, tergantung bagaimana kasus yang terjadi pada pasien dan usia dari calon ibu yang dapat mempengaruhi kesuburan

TIMES Indonesia,
Biaya Program Bayi Tabung di Indonesia Rp40-50 Juta
Ilustrasi. (foto: googleimage)
A-AA+

TIMESINDONESIA TIMESINDONESIA, SURABAYA – Setiap pasangan menikah pasti menginginkan memiliki keturunan. Namun tak semua orang bisa mendapatkan keturunan dengan mudah. Beberapa orang bahkan harus melakukan beberapa tindakan agar memiliki keturunan. Misalnya saja dengan program bayi tabung.

Program bayi tabung ini tak bisa dilakukan oleh semua orang. Hanya orang-orang tertentu yang bisa melakukannya dikarenakan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk program bayi tabung.

Advertisement

"Biaya program bayi tabung ini sekitar Rp40-50 juta, tergantung bagaimana kasus yang terjadi pada pasien dan usia dari calon ibu yang dapat mempengaruhi kesuburan," kata Kepala Divisi Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi Departemen Obgin di RSUD dr Soetomo Surabaya, Sabtu (31/10/2015).

Biaya untuk melakukan program bayi tabung di Indonesia antara Rp40-50 juta untuk satu kali siklus, mulai dari merangsang keluarnya sel telur hingga transfer embrio ke dalam rahim. Siklus ini bukan didasarkan atas keberhasilan kehamilan, sehingga untuk bisa berhasil, pasangan yang melaksanakan bayi tabung umumnya harus melakukan lebih dari satu kali siklus.

Jika dibandingkan dengan negara lain, seperti Singapura atau Vietnam, biaya di Indonesia memang sangat mahal, karena obat-obat disana disubsidi oleh pemerintah, sedangkan di Indonesia biaya program bayi tabung dilakukan secara mandiri, serta biaya bea masuk obat-obatnya sangat tinggi, sehingga pajak itulah yang membuat harga program bayi tabung menjadi mahal. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Deasy Mayasari
PenulisDeasy MayasariSarjana Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Universitas Negeri Malang. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2015 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia