Pelajar Anggap Pacaran Ganggu Konsentrasi Belajar
Pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jember di Kecamatan Jombang, menilai pacaran dimasa sekolah tak perlu. Karena akan menggangu konsentrasi saat menempuh pendidikan.

JEMBER – Pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jember di Kecamatan Jombang, menilai pacaran dimasa sekolah tak perlu. Karena akan menggangu konsentrasi saat menempuh pendidikan.
"Biasanya anak yang pacaran saat sekolah nggak fokus ke pelajaran dan hanya ke pacar," kata Ketua Organisasi Intra Sekolah (OSIS) MAN 3 Jember, Lukmanul Karim AH, saat diwawancarai seusai mengikuti sosialisasi antisipasi kekerasan pelajar dalam pacaran dan bahaya narkotika oleh Polsek Jombang, Senin (29/2/2016).
Sosialisasi ini dilakukan, menyusul peristiwa terbunuhnya siswi SMK di Jember yang tewas di tangan pacaranya sendiri.
Menurut Lukman, jika memang terlanjur pacaran dan telah mengikat komitmen antar lawan jenis, dia menyarankan agar tak melampaui batas. "Ya sebatas tak'arufan saja," ujarnya.
Di sekolahnya, sambung pelajar yang mengaku tak pernah pacaran tersebut, dibentuk Majelis Perwakilan Kelas (MPK) yang bertugas untuk mendekati para siswa yang kedapatan memiliki pacar.
"Tujuannya agar pelajar yang pacaran mau terbuka untuk sharing dan curhat, agar mereka tak kelewat batas dan mengalami masalah dalam belajarnya," ucap MPK XI IPA 2, Wildan Hadi P.
Menurut Wildan, MPK kerap kali menjadi sasaran pelajar yang tak terima jika mereka dilarang pacaran. Namun, hal itu tak membuatnya menyerah dan tetap melakukan pendekatan agar para pelajar mau terbuka dalam setiap permasalahan yang dihadapi.
"Jika yang sudah paham, mereka biasanya curhat-curhat dan mengeluh ke MPK. Setelah itu kita ajak sharing mengenai sisi positif dan negatifnya pacaran," jelasnya.
Kendati demikian, Wildan mengakui jika masih saja ada pelajar yang sembunyi-sembunyi saat pacaran.
Untuk kasus yang begitu, sambung Wildan, pihaknya akan berkoordinasi dengan guru penegak tata tertib untuk menentukan hukuman apa yang akan diberikan.
"Namun sebelum itu, biasanya kita buat skoring kesalahannya. Jika poinnya sudah memenuhi maka kita sampaikan ke guru untuk memanggil orang tuanya. Karena di sekolah ini sebenarnya memang tidak boleh pacaran," ucapnya.
Sementara itu, Kepala MAN 3 Jember, Suharno, mengatakan, untuk membentengi pelajar dari bahaya kenakalan remaja dan dampak negatif pacaran, ada mata pelajaran Aqidah Ahlak yang diajarkan 2 jam perminggunya.
Selain itu, kegiatan intra dan ekstra madrasah juga digalakkan untuk menyediakan sarana siswa untuk berekspresi.
"Meski masih ada, kesempatan berpacaran bagi siswa bisa dicegah dan dikontrol," paparnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

