Advertisement
Peristiwa

Kreatif, Gledekan Pengangkut Barang Ala Warga Kuripan

Masyarakat Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo punya cara unik dan murah, untuk mengangkut barang dari dataran tinggi. Mereka membuat alat dari kayu yang dinamai gledekan.

TIMES Indonesia,
Kreatif, Gledekan Pengangkut Barang Ala Warga Kuripan
Warga Kuripan mengangkut kayu bakar dengan Gledekan saat melintas di Jl Raya Kuripan (foto: iqbal/Probolinggo TIMES)
A-AA+

PROBOLINGGO Masyarakat Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo punya cara unik dan murah, untuk mengangkut barang dari dataran tinggi. Mereka membuat alat dari kayu yang dinamai gledekan.

Alat ini sederhana. Cara kerjanya mirip mobil pikap: punya roda dan bak, tapi tanpa mesin. Gledekan ini meluncur dengan cara memanfaatkan jalan aspal menurun di Kecamatan Kuripan. Saat meluncur, kecepatannya bisa mencapai 40 kilometer per jam.

Advertisement

Dengan gledekan ini, barang seperti kayu bakar, rumput dan lainnya bisa diangkut dari dataran tinggi ke yang lebih rendah. "Alat seperti ini sudah lama digunakan. Biasanya dipakai untuk mengangkut rumput atau kayu bakar," kata Yasin (40), warga Kuripan.

Biasanya, masyarakat membawa gledekan ke dataran tinggi dengan cara ditarik motor. Pemilik gledekan biasanya membonceng pada keluarga atau teman. 

Setelah sampai di tujuan, gledekan digeletakkan begitu saja di tepi jalan. Sementara pemiliknya, mencari rumput atau kayu bakar. "Tidak khawatir hilang karena hanya kayu," kata Hasin. Baru sekitar pukul 11.00 WIB mereka kembali.

Rumput atau kayu biasanya diikat di bak belakang. Setelah itu, pemiliknya tinggal meluncur ke dataran rendah. Untuk menjaga kecepatan, gledekan ini dilengkapi dengan rem sederhana.
Konon, gledekan ini sempat dilombakan saat HUT Proklamasi Kemerdekaan RI. Tapi belakangan, lomba itu tak pernah dilakukan lagi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhammad Iqbal
PenulisMuhammad IqbalSarjana Komunikasi dan Penyiaran Islam (2009), serta Magister Pendidikan Agama Islam (2016) Universitas Nurul Jadid. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik di Probolinggo, Jawa Timur.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia