Advertisement
Peristiwa

Mengenal Jejak Petilasan Syekh Maulana Ishaq di Kregenan Probolinggo

Di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, ada sebuah petilasan Syekh Maulana Ishak,  yang ada di dusun Punden, Desa setempat.

TIMES Indonesia,
Mengenal Jejak Petilasan Syekh Maulana Ishaq di Kregenan Probolinggo
Suasana luar petilasan Syekh Maulana Ishaq di Kraksaan, Probolinggo (FOTO: Dicko W)
A-AA+

PROBOLINGGO Di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, ada sebuah petilasan Syekh Maulana Ishak,  yang ada di dusun Punden, Desa setempat.

Setiap malam Jumat, warga mendatangi petilasan ini, untuk berziarah bersama anggota keluarganya, yang nyekar dan mengaji di areal petilasan itu.

Advertisement

Saat TIMES Indonesia, mengunjungi petilasan Syekh Maulana Ishak. Ratusan warga dari beberapa desa sekitar terlihat memadati areal depan petilasan.

Puluhan pedagang mainan dan makanan terlihat sibuk melayani pembeli. 

Komplek petilasan Syekh Maulana Ishak, dikelilingi pagar batu bata kuno. Lebarnya sekitar 100 x 50 m. Didalam komplek petilasan berdiri sebuah pendapa, disisi utara pendapa tersebut ada sebuah ruangan.

Di ruangan berukuran sekitar 3 x 4 meter tanpa langi langit itu, terdapat sebuah makam.  Makam inilah yang sering dikunjungi warga untuk menggelar tahlil dan mengaji.

Petilasan Syekh Maulana Ishak sangat mudah ditemukan. Jaraknya sekitar tiga kilometer keselatan dari pertigaan jalur pantura Pajarakan atau barat Polres Probolinggo. 

Advertisement

Untuk menuju petilasan ini melewati dua Desa. Yakni, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan dan Desa Rondokuning, Kecamatan Kraksaan.

Pohon beringin besar menjulang yang berada didepan komplek petilasan itu, menjadi penanda keberadaan petilasan, selain makam umum yang berada dibelakang komplek petilasan. 

“Warga menyebutnya beringin kembar atau Sentono. Tak heran, nama daerah sini lebih dikenal dengan nama Sentono,” terangnya.

Hasin (64) juru kunci petilasan setempat mengatakan, berdasarkan cerita leluhurnya, petilasan tersebut mulai ramai dikunjungi warga sejak sekitar tahun 1940-an.

Selain tahlil dan mengaji. Masyarakat juga memanfaatkan keberadaan sebuah sumber air yang ditampung dalam sebuah kendi berukuran besar (Gentong).

Air tersebut diyakini membawa berkah dan kesehatan bagi yang meminumnya. 

“Disini tiap malam jumat legi juga ramai dikunjungi masyarakat. Tidak hanya masyarakat sini, dari Madura, Makassar, Sumatara, Kalimantan dan daerah lain sering berkunjung kesini. Mereka datang untuk ziarah, menggelar tahlil dan mengaji disalah satu makam yang ada didalam komplek petilasan. Bahkan, ada yang sampai menginap,” katanya.

Juru kunci kedelapan itu, menceritakan, berdasarkan cerita dari leluhurnya, ketika Syekh Maulana Ishak menyebarkan agama islam di pulau Jawa, di awal abad 14 M Syekh Maulana Ishak sempat beristirahat di daerah Desa Kregenan, sebelum menuju daerah Blambangan, Banyuwangi. 

“Selain petilasan disini, beliau meninggalkan sebuah sumber mata air yang berada didalam gentong. Harapan saya, karena menjadi warisan leluhur, petilasan ini bisa mendapat perhatian lebih dari pemkab Probolinggo. Sebab, bisa mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar,” harapnya.

Hingga saat ini perawatan petilasan setempat menggunakan dana sumbangan dari pengunjung yang hampir tiap hari datang, selain Jumat legi dan pada perayaan lebaran ketupat.

Selain itu, perawatan petilasan setempat juga berasal dari swadaya masyarakat setempat.

“Hasilnya kami gunakan untuk merehab dan pemugaran tembok dan bangunan pendopo disini. Dan, kami sangat berterima kasih jika pihak pemerintah bisa lebih memperhatikan salah satu situs sejarah ini,” tutupnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Dicko W
PenulisDicko WLulusan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat Muda (2021). Bergabung dengan TIMES Indonesia sejak 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia