Tak Mau Kecolongan Soal Narkoba, Ini yang Dilakukan PIA Ardhya Garini
Yayasan PIA Ardhya Garini Pengurus Cabang Lanud Abdulrahman Saleh Malang tidak mau lengah atas lalu-lalangnya narkoba di tengah masyarakat.

MALANG – Yayasan PIA Ardhya Garini Pengurus Cabang Lanud Abdulrahman Saleh Malang tidak mau lengah atas lalu-lalangnya narkoba di tengah masyarakat.
Kamis, (8/3/2018) pagi, Ketua Yasarini Cabang III/Daerah 2 Lanud Abdulrahman Saleh Malang, Ny Kristina Julexi Tambayong menyelenggarakan talk show yang berisi ceramah dan testimoni tentang bahayanya narkoba di hadapan 425 pelajar SMK Penerbangan dan 136 siswa SMP Angkasa di Skuadron 4 Lanud Abd Saleh.
Secara khusus Ny Kristina mendatangkan tim dari BNN Kabupaten Malang yang diwakili oleh Kasie 2 M BNN, Agus Priyono S.Kom serta dua pembicara yakni Citra Purnamasari dan Ny Indie Wahyuningtyas.

Tema yang diangkat adalah "Meningkatkan daya tangkal pelajar terhadap penyalahgunaan Narkoba."
Dipandu oleh Mayor (Tek) Zulkifli acara itu menjadi sangat menarik dan mengundang antusiasme dari para pelajar karena dihadirkan juga Dony Andreas mantan penyalahguna narkoba untuk menyampaikan testimoninya.

"Karena para pengedar sekarang sedang mengincar anak-anak yang sedang mencari jati diri di usia SMP dan SMK. Ini usia rentan. Karena itu kami tidak mau kecolongan. Kami juga tidak mau mereka kehilangan masa muda dan masa depannya, " kata Ny Kristina.
Ny Kristina menyampaikan keprihatinannya atas situasi darurat narkoba yang terjadi di Indonesia. "Karena itu kami membentengi anak-anak kita dari bahaya penyalahgunaan narkoba, " ujarnya.

Lebih dari tiga jam acara talk show itu berlangsung dan banyak masukan dan pengetahuan dari para pemateri maupun testimoni.
Apalagi ketika Dony Andreas menyampaikan testimoninya, para pelajar itu terlihat antusias dalam mendengarkannya.

Dony mengaku mengenal narkoba sejak kelas 5 SD yang berlanjut hingga tahun 2012. Tapi suatu saat ia mengaku menemukan titik jenuh. Akhirnya dengan diantar keluarganya Dony mendatangi BNN untuk mengikuti program rehabilitasi di LIDO dan ia sukses mengikuti program itu hingga menjadi konselor adiksi serta berbagi pengalaman untuk manfaat masyarakat.
Acara itu kemudian diakhiri dengan deklarasi Anti Narkoba.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


